EMCL-TROPIS Sosialisasikan Program Peningkatan Metode Pembelajaran Sekolah Informal

EMCL dan Tropis Indonesia
ANTUSIAS : EMCL bersama TROPIS Indonesia saat melakukan sosialisasi program peningkatan metode pembelajaran bagi sekolah informal di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Gayam pada Selasa 03 Juni 2025.(Ist/dad)

SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama organisasi non pemerintah, Yayasan TROPIS Indonesia sosialisasikan program peningkatan metode pembelajaran sekolah informal untuk 12 Lembaga Pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di 12 desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Hadir dalam sosialisasi yang diselenggarakan di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Gayam pada Selasa (03/06/2025) kemarin, PIC Program CSR EMCL, Fenny K. Indiharti, lembaga pendidikan penerima manfaat, forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Gayam dan TROPIS Indonesia selaku pendamping program.

Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti mengatakan, program ini sebagai wujud untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap minimnya perhatian para pihak serta minimnya sarana dan prasarana (Sarpas) pembelajaran yang dimiliki oleh Madin dan TPQ di wilayah Kecamatan Gayam.

“Penerima manfaat wajib bersyukur atas program ini, karena program ini hanya ada di Kecamatan Gayam,” kata Camat Palupi.

Dia berharap, ke depan EMCL bisa melanjutkan program yang sama untuk lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gayam yang belum menerima.

Baca Juga :   Santri Bojonegoro Jawab Soal Agama Pakai Google Forms, Begini Tanggapan Kementerian Agama

“Harapannya di masa yang akan datang EMCL melanjutkan program yang sama bagi lembaga pendidikan yang belum menerima,” imbuhnya.

EMCL dan Tropis Indonesia
PIC Program CSR EMCL, Fenny K. Indiharti dan Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti bersama Ketua Yayasan Tropis Indonesia, Musyadad dan Forkopimcam Gayam foto bersama para guru lembaga pendidikan penerima manfaat usai sosialisasi.(ist/dad)

Di tempat yang sama, PIC Program CSR EMCL, Fenny K. Indiharti mengatakan, bahwa EMCL akan terus fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini program sekolah informal. Selain itu, EMCL bisa melaksanakan program ini karena adanya dukungan masyarakat dan terkait. Sebab tanpa dukungan yang baik dari semua pihak niscaya dapat terlaksana.

“Lembaga penerima program akan mendapat bantuan 1 paket peralatan digital terdiri dari PC Komputer atau Laptop dan printer. Bantuan yang diberikan oleh EMCL ini nanti menjadi aset lembaga bukan menjadi milik pribadi,” pungkasnya.

Sementara Ketua Yayasan Tropis Indonesia, Musyadad mengatakan, sebanyak 12 Lembaga Pendidikan Madin dan TPQ di 12 desa di Kecamatan Gayam sebagai penerima manfaat.

Baca Juga :   EMCL-TROPIS Gelar Pelatihan Platform Digital Peningkatan Pembelajaran Sekolah Informal di Bojonegoro

“Satu desa satu lembaga penerima manfaat,” kata Musyadad kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (04/06/2025).

Musyadad menjelaskan, di Kecamatan Gayam terdapat 33 Lembaga Madin dan TPQ, baik yang sudah Berijop (berijin operasional) maupun yang belum berijop. Ijop ini di keluarkan oleh Kementerian Agama RI. Lembaga Madin dan TPQ di Kecamatan Gayam masing -masing mempunyai wadah/organisasi .

“Untuk Madin di bawah FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kecamatan Gayam). Sedangkan TPQ di bawah Kortan (Koordinator Kecamatan Gayam),” ujarnya.

Ditambahkan, melalui program ini guru Madin dan TPQ nanti akan memperoleh pendampingan selama lima bulan. Berupa pelatihan penguatan kapasitas guru dan metode pembelajaran.
Selain itu, juga akan memperoleh pelatihan manajemen lembaga dan platform digital.

“Sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pasal 31 ayat 1 berbunyi “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Karena itu, manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, ikuti seluruh pelatihan dengan suka cita karena kesempatan itu anugerah,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Musyadad, diakhir program nanti juga akan diselenggarakan Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) yang akan di ikuti oleh santri Madin dan TPQ penerima program dan Lomba kebersihan lingkungan.

“Semoga program dari EMCL ini bermanfaat bagi penerima,” tandasnya.(alam/sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait