SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra pendamping program Tropis Indonesia serah terimakan program Peningkatan Metode Pembelajaran bagi Sekolah Informal di Kabupaten Bojonegoro tahun 2025.
Program yang mulai dikerjakan pada bulan Mei sampai September 2025 tersebut diserahterimakan pada hari Rabu, 17 September 2025 di Pendopo Kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam acara serah terima diikuti oleh 45 peserta, terdiri dari perwakilan 12 Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Gayam, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, EMCL dan TROPIS Indonesia sebagai NGO Mitra, dan Forkopimcam Gayam,
Kegiatan kegiatan unggulan selama program berlangsung diantaranya, pelatihan kurikulum dan manajemen kelembagaan Madrasah Diniyah untuk guru Madin, Pelatihan Platform Digital untuk Operator Madin, Lomba Cerdas cermat agama/CCA untuk santri Madin, Lomba Kebersihan Lingkungan Madin dan bantuan satu Madin satu laptop+printer sebanyak 12 Madin.
“Kami sangat berterimakasih kepada EMCL yang telah merealisasikan bantuan laptop+printer kepada 12 Madin se Kecamatan Gayam melalui program ini dan sudah sesuai harapan,” kata Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti.

Dijelaskan, bahwa kolaborasi ini bisa terus berlanjut. Sebab masih ada beberapa Madin di Kecamatan Gayam yang belum tersentuh. Karena program ini penerima manfaatnya sangat banyak dan meyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
“Harapanya agar Madin yang belum tersentuh tersebut bisa masuk program lain di masa mendatang,” imbuhnya.
Perwakilan EMCL, Feni Feni K. Indiharti menyampaikan, bahwa Madin dan TPQ punya peran penting sebagai pemangku kepentingan. Melaui pimpinan madin dan para ustadz di desa, moral dan budi pekerti generasi bangsa bisa di jaga.
”Kelak akan lahir pemimpin masa depan dari Rahim Madin dan TPQ. Pasca pelatihan platform digital selama program, branding Madin dan TPQ di social media harus lebih intens dan kreatif,” ujarnya.
Sementara Ketua TROPIS Indonesia, Musyadad mengatakan, selama 5 bulan, pengurus dan guru Madin se Kecamatan Gayam memperoleh pendampingan pengelolaan manajemen kelembagaan dan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan kurikulum dan platform digital, maka methode dan mutu ajar guru juga harus meningkat.
Begitu juga, lanjutnya, edukasi pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti via medsos/dunia maya juga harus meningkat pasca pelatihan platform digital.
“Ramaikan dunia maya dengan konten konten positif untuk mengimbangi merajalelanya konten konten negatif,” ujarnya dalam surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (19/09/2025).
“Kami hanya bisa bilang terima kasih. Bantuan laptop dan printer dalam program ini sangat membantu operator Madin dalam mengola data dan mengurus administrasi. Tidak terpikir kalau harus beli sendiri. Untuk honor guru saja masih belum ada,” sambung Kepala Madin Desa Ringintunggal, H. Cukup.
Ada dua perlombaan yang diikuti oleh 12 madin penerima manfaat program sebagai evaluasi dan referensi keseriusan madin dalam mengikuti kegiatan. Yakni, lomba cerdas cermat agama/CCA dan lomba kebersihan lingkungan antar madin.
Sebagai juara Lomba CCA diantaranya Madin Thoriqul Huda Desa Ringintunggal, Madin Nurul Fathiyah Desa Cengungklung, Madin Al-Ikhlas Desa Mojodelik. Sedangkan sebagai juara lomba kebersihan lingkungan yaitu, Madin Thoriqul Huda Desa Ringintunggal, TPQ At-Taqwa Desa Bonorejo, dan Madin Maslakul Huda Desa Beged.(ko)





