Bareng 12 Titik se Indonesia, Menteri PMK Kunjungi Cek Kesehatan Gratis Sekolah di Bojonegoro

Menko PMK Pratikno
GRATIS : Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. di dampingi Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah serta terkait berkunjung di kegiatan program cek kesehatan gratis sekolah di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, berkunjung di acara Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (4/8/2025).

Pratikno berkunjung didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/PCO, Dedek Prayudi.

Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut menyambut Menteri Kabinet Merah Putih yang dulunya pernah menuntut ilmu di SMP Padangan tersebut.

Mantan Menteri Sekeretaris Negera (Mensesneg) era Presiden Jokowi ini mengatakan, bahwa Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran mempunyai banyak sekali program unggulan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Beliau menjalankan perintah Undang – Undang Kesehatan bahwa kewajiban pemerintah untuk memberikan pemenuhan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat dan kepada peserta didik,” kata Pratikno dalam wawancara kepada wartawan, di sela-sela acara kick off CKG.

Oleh sebab itu, sejak 10 Februari 2025 lalu, pemeriksaan kesehatan gratis sudah dimulai menyasar seluruh masyarakat Indonesia. Disebutkan, total penduduk yang telah mengikuti program ini telah mencapai 16 juta jiwa.

Baca Juga :   Kunjungi Unigoro, Menko PMK Pratikno : Libatkan Industri Masuk ke Kampus

Pada bulan Juli 2025 pun telah pula dimulai pemeriksaan kesehatan gratis untuk Sekolah Rakyat dan pesantren untuk para santri. Dan kegiatan hari ini bareng (bersama) 12 titik se Indonesia.

“Hari ini di 12 titik di Indonesia dimulai cek kesehatan gratis bagi para siswa, ini merupakan salah satu realisasi kampanye Pak Prabowo dan Pak Gibran,” ujarnya.

Kendati, CKG dimaksudkan bukan berarti untuk mengetahui seseorang menderita penyakit apa, melainkan yang lebih penting adalah pada faktor pencegahan penyakitnya. Jadi cenderung pada sisi preventifnya. Meskipun sisi kuratif atau penyembuhan juga terus dilaksanakan.

“Tetapi pencegahan jauh lebih penting,” tegasnya.

Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini juga mendapati laporan sejumlah gejala dialami oleh para siswa, mulai dari masalah kesehatan gigi, mata, hingga kasus gula darah yang tinggi hingga melampuai batas bagi pelajar SMP.

“Ini penemuan yang memprihatinkan,” bebernya.

Menko PMK Pratikno.
Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. di dampingi Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah serta terkait berkunjung di kegiatan program cek kesehatan gratis sekolah di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

Pratikno dalam CKG Sekolah ini kemudian menitipkan pesan kepada Bupati Bojonegoro yang merupakan adik kandungnya, Setyo Wahono, serta kepada Wabup Nurul Azizah. Agar menjaga kesehatan masyarakat Bojonegoro pada umumnya.

Baca Juga :   Menko PMK Pratikno: Pemkab Bojonegoro Harus Berinovasi dan Maksimalkan Potensi

Ia juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada dinas kesehatan, puskesmas, dokter, perawat, yang telah bekerja keras untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Serta (terima kasih) Bapak Kepala Sekolah dan para guru yang mendukung penuh agar anak-anak kita semakin sehat, baik secara fisik, mental, dan sehat secara moral demi Generasi Emas Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati menuturkan, peserta CKG berjumlah 958 orang, sedangkan peserta Cek Kebugaran berjumlah 100 orang. Lokasi pelaksanaan Cek Kebugaran di Lapangan Basket SMPN 1 Padangan.

Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat sebanyak 80 orang, berasal dari 10 Puskesmas, mulai Padangan, Kasiman, Kedewan, Tambakrejo, Ngraho, dan puskesmas lainnya di wilayah barat.

“80 nakes terlibat dalam CKG Sekolah ini terbagi dalam delapan tim, masing-masing tim terdiri 10 orang, temuan dan hasil detailnya akan kami rekam dan kami laporkan,” tandasnya.(fin/adv)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait