SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, kini menambah tiga rute baru program Angkutan Pelajar Gratis yang dikenal secara akronim “Apel Gratis”. Musababnya, jumlah peminat untuk transportasi ini semakin tinggi.
Tiga rute baru itu meliputi Tambakrejo–Padangan, Kalitidu–Ngasem, dan Sumberrejo–Kedungadem.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengampu kebijakan ini telah memiliki empat rute terjadwal. Ini disebut dengan Rute Utama.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Aan Syahbana menuturkan, rute utama Apel Gratis dibuka sejak 2025 melayani Bojonegoro – Kota, Bojonegoro – Baureno, Bojonegoro – Padangan, dan Bojonegoro Temayang.
Tersebab tingginya minat para pelajar, kini Pemkab Bojonegoro menambah tiga rute baru sejak Juli 2025. Pasalnya, sejak rute utama Maret 2025 dibuka, sebanyak 8.126 pelajar telah mendaftar melalui sekolah pada saluran yang tersedia. Tercatat, Apel Gratis telah melakukan sebanyak 207.557 perjalanan.
Tiga rute baru ini disebut rute pengembangan, melayani perjalanan berangkat dan pulang sekolah, meliputi arah Tambakrejo–Padangan, Kalitidu–Ngasem, dan Sumberrejo–Kedungadem.
Baik rute utama maupun rute pengembangan, memiliki jadwal operasional yang sama. Yakni berangkat sekolah mulai pukul 05.30 hingga 07.30 WIB, dan pulang sekolah pada pukul 10.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB.
“Penambahan ini untuk memperluas jangkauan dan mempermudah akses siswa menuju sekolah,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (14/8/2025).
Dijelaskan, bahwa perluasan rute ini mengandung harapan agar program ini mampu menjangkau lebih banyak pelajar di wilayah pinggiran. Karena selama ini mereka kesulitan mendapatkan akses transportasi yang murah dan aman.
“Selain itu, program ini juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya,” jelasnya.
Adapun tata cara pendaftarannya melalui sekolah masing-masing. Sekolah kemudian mendaftarkan pelajar via apelgratis.bojonegorokab.go.id. Pelajar lalu mendapat kode QR atau kartu akses dari sekolah.
“Cara penggunaannya, kode QR itu di-scan oleh pengemudi Apel Gratis pada saat pelajar tersebut naik,” tegasnya.
Para orang tua siswa menyambut baik penambahan rute. Edi Suswanto salah satunya. Sebab anaknya kini bisa tersentuh langsung program dan memanfaatkan transportasi tanpa biaya dari rumahnya di wilayah Tambakrejo menuju ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padangan.
“Tentu ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga keluarga murid dan kelurga sopir,” ucapnya.
Senada, warga di Kecamatan Kalitidu, Ayu Anita mengaku senang, karena dengan begitu para pelajar SMP tidak lagi ada alasan mengedarai kendaraan bermotor roda dua dan memenuhi jalan raya. Apalagi ditambah risiko belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
“Sepertinya perlu didukung ada larangan murid membawa kendaraan sendiri ke sekolah,” tandasnya.(fin)





