Pengakuan Siswa di Bojonegoro Manfaatkan Angkutan Pelajar Gratis

Angkutan pelajar gratis.
Pelajar SMP di Bojonegoro saat memanfaatkan angkutan pelajar gratis untuk mengantar dan menjemput mereka ke sekolah.

SuaraBanyuurip.com – Angkutan Pelajar Gratis (APG) telah dirsakan manfaatnya oleh pelajar di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 10.442 pelajar dari 152 sekolah mendapat kemudahan akses transportasi ke sekolahnya.

Damar, pelajar SMPN 1 Purwosari, mengaku senang dengan adanya program angkutan pelajar gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Menurutnya, program ini bisa memberi rasa lebih aman dan nyaman bagi pelajar yang akan berangkat dan pulang sekolah.

“Bisa bantu orangtua. Apalagi seperti saya ini tidak ada yang ngantar dan jemput ke sekolah. Pelajar juga tidak capek, karena diantar dan dijemput mobil angkutan gratis,” kata siswa Kelas VII asal Desa Sambong, Kecamatan Purwosari.

Angkutan pelajar gratis di wilayah Kecamatan Purwosari baru beroperasi tahun ini. Namun minat pelajar untuk memanfaatkan layanan transportasi tersebut cukup tinggi. Tiga mobil elf yang disediakan untuk mengangkut pelajar selalu penuh setiap harinya.

“Enak ada angkutan gratis. Uang beli bensin bisa buat tambahan saku,” sahut
Alea Latifa Risma Herani, siswi Kelas 8 SMPN 1 Purwosari.

Manfaat hadirnya angkutan pelajar gratis di wilayah Kecamatan Purwosari juga dirasakan walimurid. Ratno, warga Desa Kuniran, mengaku lebih tenang jika anaknya berangkat dan pulang sekolah menggunakan mobil angkutan pelajar gratis. Selain itu bisa menghemat pengeluarkan keluarga.

Baca Juga :   Medhayoh di Ngraho, Bupati Wahono Serap Aspirasi Warga Desa Ring 1 Migas Blok Cepu

“Kalau pakai motor ketar-ketir. Apalagi belum punya SIM. Ditambah lagi kalau pakai motor sering mampir-mampir sama teman-temannya, nggak langsung pulang,” ungkapnya, Kamis (10/9/2026).

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Evie Octavia Marini mengatakan, program angkutan pelajar gratis ini merupakan komitmen pemkab menghadirkan akses pendidikan yang aman dan inklusif. Juga memfasilitasi mobilitas harian para pelajar sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di usia sekolah.

Evie menjelaskan, pada tahun 2026, program angkutan pelajar gratis didukung oleh 111 armada dan 111 pengemudi yang melayani 10.442 pelajar dari 152 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Layanan angkutan pelajar gratis di Kabupaten Bojonegoro sekarang ini terus diperluas agar menjangkau secara merata di titik-titik krusial dan jalur penghubung antarkecamatan. Meliputi Jalur Utama: Bojonegoro – Padangan, Bojonegoro – Temayang, Bojonegoro – Baureno, dan Bojonegoro – Kota.

-Jalur Antarkecamatan: Kalitidu – Ngasem, Tambakrejo – Padangan, Sumberrejo – Kedungadem, Balen – Sugihwaras, Baureno – Kepohbaru, Purwosari – Tambakrejo, Trucuk – Malo, serta Margomulyo – Ngraho.

Baca Juga :   Pengeboran 7 Sumur Infill Clastic Banyu Urip Diperkirakan Tambah Produksi Blok Cepu 62 Juta Barel

“Kami juga membuka peluang ekspansi jalur secara berkelanjutan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan permintaan masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Program angkutan pelajar gratis dinilai juga bisa mengurangi beban keluarga. Juga efektif menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Evie menambahkan, Dishub Bojonegoro terus melakukan evaluasi berkala secara ketat untuk menjaga kualitas dan keamanan moda transportasi. Pemantauan mencakup jumlah keterangkatan penumpang, ketepatan waktu operasional, kelaikan armada, hingga pemetaan rute baru.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Bojonegoro bisa pergi dan pulang sekolah dengan tenang, aman, dan nyaman dan selamat. Angkutan Pelajar Gratis bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan investasi daerah untuk mendukung kelancaran pendidikan generasi emas penerus Bojonegoro,” tegasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait