SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Malang di Bojonegoro, Jawa Timur terancam batal. Hingga kini belum ada kepastian pihak Pemkab Bojonegoro dan UB Malang terkait kerja sama pendirian PSDKU.
Pemkab Bojonegoro sebelumnya pada Juni 2024 lalu telah mematangkan persiapan pendirian PSDKU Universitas Brawijaya. Ada tiga prodi yang dibuka pada tahap awal meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Komputer.
Untuk jangka panjang, PSDKU Universitas Brawijaya di Bojonegoro akan menambah fakultas kedokteran sebagai upaya mendukung RSUD Sosodoro Djatikoesoemo sebagai RS pendidikan, fakultas teknologi pertanian, dan fakultas peternakan. Targetnya penerimaan seleksi mahasiwa baru dimulai Agustus 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, mengatakan belum ada kelanjutan kembali rencana pendirian PSDKU di Bojonegoro.
“Apalagi saat ini, lokasi kampus yang rencananya ditempati mahasiswa PSDKU sudah digunakan untuk program sekolah rakyat,” katanya, Rabu (20/8/2025).
Dia mengatakan, kemarin sebanyak 100 Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro, sudah menempati Gedung Pusdiklat, yang rencananya juga bakal digunakan untuk PSDKU UB Malang. Tentu ini menjadi dilema terkait pendirian PSDKU, karena sampai saat ini belum pasti.
Menurut Gunawan kerja sama antara Pemkab Bojonegoro dengan pihak UB hanya sebatas di kuliah kerja nyata (KKN) dan penelitian. Sedangkan program studi (prodi) apa saja yang akan dibuka dirinya juga belum tahu.
“Karena, untuk PSDKU belum dilakukan pembahasan, sehingga belum ada tindak lanjut. Kami belum tahu kapan pastinya akan dilakukan pembahasan, tentu itu tergantung pimpinan,” pungkas Gunawan.
Untuk diketahui, pendirian PSDKU Universitas Brawijaya masih terkendala perizinan dan administrasi. Selain itu juga terkait lokasi dan fasilitas seperti pelebaran akses jalan, dan pembenahan Mechanical Electrical and Plumbing (MEP). Juga perbaikan kawasan mencakup drainase, peningkatan area hijau, gapura serta pemasangan CCTV, serta pengadaan LCD dan komputer.(red)





