ExxonMobil Bekali Siswa dan Mahasiswa Bojonegoro Hadapi Dunia Kerja

Pelatihan kerja ExxonMobil.
Reyhan Saputra, siswa SMKN Purwosari, saat berbicara di depan publik. Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa ini diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas.

SuaraBanyuurip.com – Reyhan Saputra, siswa SMKN Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tak lagi merasa gugup saat harus berbicara di depan umum. Setelah terus berlatih dan memaksa diri, dia kini lebih percaya diri dan berani tampil.

Keberranian Reyhan bicara di depan banyak orang tidak datang begitu saja. Ia sebelumnya telah mengikuti pelatihan public speaking yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro.

Reyhan merupakan peserta dari Program Pelatihan Kerja bagi Pelajar dan Mahasiswa yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas. EMCL menggandeng LPPM IKIP PGRI untuk melakukan pendampingan dan melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, termasuk pelatihan public speaking.

“Saya jadi lebih percaya diri, ternyata berbicara di depan umum bisa dipelajari dan dilatih, bukan bakat semata,” ungkap Reyhan pada Minggu (31/9/2025).

Reyhan menyadari bahwa berbicara di depan banyak orang tidak sesulit yang dia bayangkan. Dia bisa melihat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil yang sering dilakukannya, seperti berbicara terlalu cepat atau kurang menatap audiens, berkat sesi praktik yang interaktif.

Baca Juga :   Pecahkan Rekor Terpanjang di Bojonegoro, 1.110 Mahasiswa Unigoro Kirab Bendera Merah Putih 132 Meter

Sama halnya dengan Reyhan, Riski Firnanda juga merasakan manfaat besar dari pelatihan ini. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan yang dikemas menarik oleh narasumber Ossa Adnan pada Sabtu kemarin.

Menurut perwakilan IKIP PGRI, Ima Isnaini, keterampilan public speaking merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda saat ini. Kata dia, kemampuan berbicara di depan umum akan sangat membantu mereka, baik saat presentasi akademik, wawancara kerja, maupun saat terjun langsung ke dunia profesi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dan mahasiswa memiliki bekal untuk lebih siap bersaing secara global,” ucapnya.

Pelatihan ini adalah kegiatan kedua dari empat rangkaian peningkatan kapasitas yang diberikan kepada 5 siswa SMK dan 12 mahasiswa selama program berlangsung. Umumnya mereka berasal dari desa-desa sekitar wilayah migas Blok Cepu.

Sebelumnya, peserta telah mengikuti kegiatan pembekalan dasar seperti typing wizard, English for specific purposes, dan motivasi dari alumni program sebelumnya. Ke depannya, kata Ima, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang Artificial Intelligence (AI). Selain itu, setiap hari peserta melakukan praktik kerja langsung di Lapangan Banyu Urip sesuai bidang masing-masing.

Baca Juga :   Tolak Jadi Pekerja Tetap dengan Gaji Tinggi di ExxonMobil, Lodi Memilih Membangun Kampung Halaman

Menurut Perwakilan EMCL, Husna Widya, program ini merupakan bagian dari komitmen EMCL dalam mendukung peningkatan taraf pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat, khususnya di wilayah operasi Blok Cepu.

Husna menjelaskan, program ini bertujuan membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan. Terutama dalam menghadapi dunia kerja.

“Kami berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat, terutama bagi generasi muda agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait