Operasi Lapangan Migas Banyu Urip Berhenti Sementara, Tak Pengaruhi Rencana Produksi Tahunan EMCL

Lapangan Migas Blok Cepu
Aktifitas di Well Pad B Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang dikelola EMCL, Jumat (9/8/2024).(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyebut, penghentian sementara operasi yang telah terencana tidak berpengaruh pada angka produksi migas tahunan.

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar mengatakan, penghentian operasi sementara di Lapangan Banyu Urip berlaku sebagai bagian dari kebutuhan perawatan rutin.

Adapun penghentian itu dilaksanakan untuk pemeliharaan terencana pada Fasilitas Pemrosesan Utama Lapangan Banyu Urip. Pihaknya berkomitmen, selama proses pemeliharaan, berlangsung secara aman, andal, dan efisien.

‎Penghentian terencana ini dijadwalkan pada 13 September 2025 dan akan berlangsung hingga 8 hari ke depan. Serampung penghentian terencana ini, dikatakan Lapangan Banyu Urip bisa kembali berproduksi normal untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia.

“Pemeliharaan ini telah direncanakan, dijadwalkan serta disetujui SKK Migas sejak tahun lalu dalam Rencana Kerja dan Anggaran, sehingga tidak akan memengaruhi rencana produksi tahunan,” kata Etang, sapaan akrab Tezhart Elvandiar kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (13/9/2025).

Baca Juga :   Produksi Migas Semester 1 2022 Turun, DPR : Harus Jadi Prioritas Perhatian Pemerintah

Terpisah, Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu mengaku telah menerima informasi penghentian fasilitas pemrosesan utama Lapangan Banyu Urip dari EMCL.

‎“Itu memang bagian dari kegiatan ExxonMobil yang harus dilalui,” ungkapnya.

Dia berharap dalam kegiatan tersebut jangan sampai terjadi hal yang membahayakan warga sekitar operasi. Warga harus dilindungi, apabila ada kendala.

‎“Sebab kalau terjadi trouble dampaknya juga ke wilayah sekitar,” tandasnya.

Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), Singgih Putra Perdana, menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi terkait jumlah produksi tahunan lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang direncanakan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait