Teknologi Pengering Padi Tenaga Surya Karya Dosen Unigoro Bantu Petani Bojonegoro

Teknologi pengering padi tenaga surya.
Teknologi pengering padi tenaga surya yang diciptakan dosen Unigoro untuk petani Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Teknologi pengering padi tenaga surya tipe bed dryer berkapasitas 500 kg berhasil dicetuskan dosen Universitas Bojonegoro (Unigoro). Petani Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, kini tak perlu khawatir lagi menghadapi cuaca tak menentu yang mengakibatkan proses pengeringan padi tidak optimal.

Pencetus teknologi inovatif itu adalah Amalia Ma’rifatul Maghfiroh, S.Si., MT., dosen prodi teknik industri Unigoro. Inovasi tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2025 yang didanai oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI.

Amalia menuturkan, dia bersama timnya Dr. Eko Wahyu Abryandoko, S.Pd., MT., dan Agus Fahmi, SP., M.Si., mengamati para petani selalu menghadapi masalah cuaca yang tidak menentu. Khususnya saat mengeringkan gabah mereka mengandalkan panas matahari.

“Kami ingin mengenalkan mesin pengering padi tenaga surya. Agar para petani tidak perlu kebingungan lagi saat cuaca tidak menentu, efisien, sekaligus ramah lingkungan. Apalagi mesin yang kami gunakan ini berkapasitas lima kwintal,” tuturnya, Senin (22/9/25).

Pada 13 September 2025, kelompok tani Desa Duyungan menghadiri sosialisasi sekaligus penggunaan mesin pengering padi tenaga surya. Dipandu oleh sejumlah mahasiswa, mereka mencoba mengoperasikan mesin bed dryer tersebut. Sekaligus mempelajari sistem pengelolaan panel listrik, hingga praktik perawatan sederhana agar mesin lebih awet.

Baca Juga :   KKN Kelompok 03 Unigoro Usung Program Pengembangan Agrowisata Jambu Kristal di Desa Bandungrejo

Amalia berharap, kelompok tani Desa Duyungan tidak hanya bisa memanfaatkan mesin pengering padi ini. Melainkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan kemandirian energi di sektor pertanian, sekaligus menjaga mutu gabah.

“Dengan kualitas panen yang lebih terjamin, nilai jual petani juga diyakini akan semakin meningkat,” harap Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Unigoro.

Anggota kelompok tani Desa Duyungan, Nafiúddin, merespon positif hibah mesin pengering padi tenaga surya ini. Dia menilai, perguruan tinggi harus berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengatasi problem pertanian di Kota Ledre.

“Kalau dulu saat panen sering khawatir karena hujan, sekarang kami lebih tenang. Sehingga hasil panen bisa lebih terjaga kualitasnya, dan perekonomian petani juga ikut terangkat,” tandasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait