SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Api abadi telah disemayamkan di Pendapa Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jalan Mas Tumapel, Minggu (19/10/2025), sekitar pukul 19.30 Wib. Usai penyemayaman api abadi, Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, melanjutkan dengan syukuran bersama untuk memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348.
Tasyakuran malam Hari Jadi Bojonegoro ke 348 ini juga dihadiri oleh Muspida, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD, perwakilan perusahaan, dan perwakilan elemen masyarakat.
Sebelumnya, prosesi pengambilan api abadi dilaksanakan di obyek wisata Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Prosesi dipimpin oleh juru kunci Kayangan Api. Acara dihadiri Camat Ngasem Iwan Sopian, didampingi seluruh kepala desa se-Kecamatan Ngasem.
Sebelum pengambilan api Kayangan Api, digelar tarian waranggono dan tabur bunga. Tradisi ini merupakan ritual tolak balak, sebagai permohonan agar Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, senantiasa dijauhkan dari segala bahaya dan diberikan keberkahan. Api kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Sendangharjo Yuskariyanto.
Obor api abadi kemudian diserahkan kepada Camat Ngasem Iwan Sopian, dan diteruskan kepada petugas pembawa obor. Ada 35 pelari yang membawa obor api menuju Kantor Bakorwil II, di selatan alun-alun Bojonegoro.
Kirab api abadi juga diringi juara Kange-Yune Bojonegoro yang naik di atas mobil Jeep. Keduanya tak henti melambaikan tangan dan menebar senyum kepada masyarakat di sepanjang rute yang dilewati.
“Pengambilan api abadi sekitar pukul 13.00 siang dan diiringi sekitar 35 pelari dibawa menuju Kantor Bakorwil Bojonegoro,” kata Ketua Panitia HJB ke-348, Arief Nanang Sugianto.

Dari Kantor Bakorwil prosesi dilanjutkan pada pukul 19.30 Wib. Obor api abadi dibawa oleh Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menuju Pendopo Malowopati untuk diserahkan kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Api abadi kemudian disemayamkan dan lanjutkan tasyukuran bersama.
Prosesi penyemayanan api abadi di peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke 348 ini merupakan pertama kali dilakukan oleh Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Duet profesional-birokrat ini baru 8 bulan menjabat sebagai kepala daerah penghasil migas sejak dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengatakan, apabila dilihat secara historis, masyarakat Bojonegoro masuk wilayah atau orang Mataraman. Yakni, masyarakat yang mempunyai adab, kebersamaan, dan jiwa gotong-royong yang luar biasa.
“Artinya, tema Bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri yang diangkat sesuai dengan kondisi masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.
Bupati Wahono menyampaikan, semangat dan perjuangan harus terus dinyalakan terutama budaya trah Mataram. Karena itu, Pemkab Bojonegoro berharap kepada para akademisi memberikan sumbangsih hasil riset agar menjadi rujukan untuk kemajuan Bojonegoro.
“Kami juga siap menerima mahasiswa yang ingin mengabdi di Bojonegoro,” terangnya.(jk)





