SuaraBanyuurip.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (4/11/2025) sore kemarin, membuat dua warung di Desa Sudu tergenang banjir. Dampaknya, omset penjualan mereka menurun drastis.
Kedua warung itu milik Sakur dan Sah. Lokasinya berada di RT 02 RW 02 Dusun Tenggor, Desa Sudu. Tepatnya berada di samping Wrg samping raw water intake (RWI) Banyu Urip. RWI merupakan fasilitas untuk pengambilan air baku Sungai Bengawan Solo guna produksi lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
“Air dari kali sebelah meluber sampai ke warung. Kali ini muara dari sungai di atas di wilayah Gayam, Begadon, dan sekitarnya,” ujar Sakur, Rabu (5/11/2025).
Genangan air di dalam warung setinggi mata kaki orang dewasa. Akibatnya omset penjualnya menurun.
“Biasanya kalau pagi seperti ini banyak pekerja yang sarapan di sini. Kalau 20 an piring ada. Tapi sejak pagi sepi. Mungkin mau ke sini ogah, karen tempatnya jemek, kebanjiran,” tuturnya.
Senada disampaikan Sah. Ia berharap kali yang menjadi sumber luberan bisa dikeruk dan diperlebar, agar setiap hujan deras tidak meluap.
“Biar tidak banjir seperti ini,” ucap istri Sakit itu.(red)





