SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur mencatat sepanjang 2025 sudah menangani sekitar 130 kejadian banjir. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 tercatat sekitar 74 kejadian banjir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan, telah melakukan upaya untuk mengatasi dampak banjir. Salah satunya membentuk desa tangguh bencana (destana) di seluruh wilayah Bojonegoro.
“Tercatat 35 desa di 25 kecamatan yang sudah terbentuk destana. Salah satunya Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam dan sekitarnya,” katanya, Rabu (17/12/2025).
Heru menjelaskan, BPBD Bojonegoro sudah mempunyai arah penanganan banjir. Yakni berdasar dari dokumen rencana kontijensi banjir, kajian risiko bencana serta kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dengan pembentukan destana.
“Setiap hari kami juga menginformasikan peringatan dini cuaca yang bersumber dari BMKG kepada masyarakat,” jelasnya.
Berrdasar data rekapitulasi yang diterima BPBD Bojonegoro, lanjut Heru, kejadian bencana yang diditangani sepanjang tahun 2024 tercatat sekitar 74 kejadian banjir. Sementara pada tahun 2025, jumlah kejadian banjir meningkat menjadi sekitar 130 kejadian.
“Kami sudah siap menangani kejadian banjir di Bojonegoro, naik distribusi bantuan logistik dan pendataan akibat kerusakan,” jelasnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 6 wilayah Jawa Timur termasuk Bojonegoro hingga pada 20 Desember 2025 mendatang.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menyampaikan, adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut,” terangnya.(jk)





