SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Pengelola lapangan unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, serah terimakan program Biru Langit JTB melalui pengurangan jejak emisi karbon berbasis sekolah di SMPN 1 Ngasem, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025).
Hadir dalam kegiatan serah terima program Biru Langit Jambaran Tiung Biru, Asisten II Pemkab Bojonegoro, Kusnandaka Catur, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah, Kepala Dinas Peternakan & Perikanan Bojonegoro diwakili oleh Sekretaris Dinas, Elfia Nuraini, Camat Ngasem, Iwan Sopian, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ngasem dan SMP Negeri 2 Purwosari, Forkopimcam Ngasem.
Perwakilan KPM Gayatri di delapan desa sekitar operasi yaitu, Desa Kaliombo, Pelem, Kecamatan Purwosari, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Bandungrejo, Ngasem, Dukohkidul, Mediyunan, dan Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Mitra pendamping, Lima 2B, Ademos, Paratazkia, dan terkait lainnya.
Program yang diserahterimakan ini sebagai bagian wujud komitmen berkelanjutan PEPC dalam menjalankan kegiatan operasional yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan. PEPC Zona 12 terus berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan sekitar melalui pelaksanaan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), diantaranya adalah program di bidang lingkungan yaitu Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru.
Dengan berfokus pada isu lingkungan, program ini mengajak warga sekolah untuk memahami dan menghitung jejak emisi karbon, kemudian bersama-sama melakukan “Gerakan Imbal Jasa” kepada alam dengan mengelola sampah dan menanam pohon di lingkungan sekolah hingga membangun Hutan Sekolah.

Pembangunan fasilitas hutan sekolah yang terdiri dari, penanaman pohon dan vegetasi hutan sekolah, pembangunan “saung pintar” berupa mini gazebo hutan sekolah, pembuatan mini embung, dan pembangunan akses jalan setapak pada hutan sekolah.
Hal ini bertujuan untuk mewujudkan hutan sekolah yang kelak diharapkan dapat menjadi mini arboretum (kawasan khusus) yang dapat menunjang proses pembelajaran bagi para siswa agar lebih mencintai dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, sehingga kegiatan operasi Lapangan Gas JTB dapat berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Yedi Rahmat, Sr. Manager Productions & Project dalam sambutannya.
Sementara Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ngasem, Endro Setyo Widodo, mengatakan, bahwa program peduli lingkungan dari PEPC Zona 12 ini sangat bagus dan bermanfaat. Karena dapat memberikan pembelajaran langsung terhadap siswa siswi SMPN Ngasem dan lainnya untuk kelestarian alam. Dengan menanam 2.000 lebih pohon. Diantaranya, pohon buah, pohon keras, kesambi, ringin dan mangga.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada PEPC adanya program ini. Karena sangat bagus dan bermanfaat. Tentunya untuk kepedulian lingkungan secara langsung. Artinya tidak sekadar teori, tapi langsung praktek,” ujar Endro Setyo Widodo kepada SuaraBanyuurip.com usai kegiatan.
Dia berharap, dengan adanya program ini agar kedepan anak-anak mempunyai karakter untuk menjaga kelestarian linggkungan.
”Semoga melalui program ini anak-anak kedepan semakin faham bagaimana menjaga kelestarian alam dengan baik,” pungkasnya.
Serah terima ditandai dengan penanaman pohon di lingkungan SMPN 1 Ngasem, dan penyerahan media pembelajaran dan sarana penunjang ANBK serta paket bantuan program Gayatri.(sam)



