Peduli Lingkungan, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Raih Adiwiyata 2025

SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Nurul Hidayah saat menerima penghargaan lingkungan hidup dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Komitmen berkelanjutan dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan mengantarkan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada Selasa (16/12/2025) di Pendapa Malowopati, lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

‎Capaian ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup di SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tidak bersifat seremonial semata, melainkan telah menjadi bagian dari sistem dan budaya sekolah. Predikat Adiwiyata diraih melalui proses panjang dan bertahap, sesuai dengan standar penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten.

‎Sejak tahap awal, sekolah membangun kebijakan berwawasan lingkungan yang tertuang dalam visi, misi, serta program kerja sekolah. Nilai kepedulian terhadap lingkungan kemudian diimplementasikan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran, melalui integrasi materi lingkungan hidup ke dalam kurikulum, baik pada mata pelajaran maupun proyek pembelajaran berbasis aksi.

‎Partisipasi aktif seluruh warga sekolah juga menjadi poin penting dalam penilaian. Guru, siswa, dan tenaga kependidikan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, seperti pengelolaan sampah berbasis pemilahan, program kebersihan kelas, pemanfaatan lahan sekolah untuk tanaman hijau, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

‎Dari sisi sarana dan prasarana, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro dinilai berhasil menata lingkungan fisik sekolah agar bersih, asri, dan sehat. Sekolah juga mengoptimalkan fasilitas pendukung penghematan energi dan air, serta merawat ruang terbuka hijau dengan melibatkan peserta didik secara langsung. Seluruh upaya tersebut kemudian diverifikasi melalui monitoring dan evaluasi lapangan oleh tim penilai Adiwiyata Kabupaten.

‎Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Nurul Hidayah, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Sebab proses yang dijalani tidak singkat dan penuh pembelajaran.

‎”Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua dan berbagai pihak,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, bahwa predikat Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi SD Muhammadiyah 2 untuk terus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

‎”Kami berharap budaya ini tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga terbawa ke rumah dan masyarakat,” imbuhnya.

‎Sementara Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menegaskan, bahwa tantangan lingkungan hidup dan perubahan iklim semakin kompleks. Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Bojonegoro menghadapi peningkatan kejadian banjir, tanah longsor, dan angin kencang, yang menjadi penanda nyata bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini.

‎”Persoalan sampah merupakan isu strategis yang menuntut perubahan perilaku kolektif,” kata Bupati Setyo Wahono dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com.

‎Melalui Surat Edaran Bupati tentang Pengelolaan Sampah, seluruh elemen masyarakat diajak terlibat aktif, mulai dari pemilahan sampah di sumber, penguatan bank sampah, pengolahan sampah organik melalui komposting, hingga integrasi program lingkungan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta kurikulum sekolah.

‎Program “Satu Desa, Satu Bank Sampah” terus didorong sebagai fondasi ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

‎“Penghargaan Adiwiyata, Desa Berseri, dan Program Kampung Iklim bukan sekadar simbol prestasi, melainkan amanah yang harus dijaga dengan aksi nyata dan keberlanjutan,” tegasnya.(fin)

Pos terkait