Bupati Bojonegoro Terima Penghargaan Halal Metric UB 2026

Bupati Wahono
SIMBOLIS : Bupati Bojonegoro Setyo Wahono terima penghargaan Halal Metric UB 2026.(ist/prokopim)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Malang — Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menerima penghargaan dari Halal Metric Universitas Brawijaya dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026, Selasa (5/5/2026).

‎Pemberian penghargaan dihelat di Auditorium Algoritma, Gedung Fakultas Ilmu Komputer atau Filkom Universitas Brawijaya, Kota Malang. Penghargaan diraih atas dedikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, dalam mendorong percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM dan industri.

‎Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham. Pemkab Bojonegoro mendapat penghargaan dengan kategori Gold HE, Silver Policy, dan Bronze ICPE.

‎Rektor Universitas Brawijaya (UB), Widodo, menyampaikan, bahwa UB terus berkomitmen mengembangkan riset halal. Dia menegaskan bahwa UB menjadi perguruan tinggi pertama yang memiliki laboratorium halal terakreditasi ISO 17025 dan diakui Komite Akreditasi Nasional (KAN), serta memiliki Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

‎“Kami juga mengembangkan berbagai inovasi teknologi, mulai dari sistem diagnostik, deteksi, hingga sistem informasi halal,” ujar Widodo.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Kinerja Terbaik 2025

‎Ia menambahkan, konsep halal saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan umat Islam, tetapi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem industri global yang menjunjung standar higienitas, keamanan, dan nilai kemanusiaan.

‎Sementara Bupati Setyo Wahono menyebut, penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan industri. Penghargaan itu adalah bukti nyata dari kerja keras dan sinergi bersama.

‎”Sertifikasi halal saat ini bukan hanya aspek religius, tetapi sudah menjadi standar kualitas dan instrumen pemasaran yang kuat,” kata Setyo Wahono dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).

‎Putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menilai, kepemilikan sertifikat halal mampu meningkatkan daya saing produk, memberikan rasa aman bagi konsumen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

‎Bupati berlatar belakang pengusaha ini juga menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi validasi bahwa program penguatan UMKM di Bojonegoro berjalan di jalur yang tepat.

‎“UMKM naik kelas bukan sekadar jargon. Ini adalah upaya nyata yang terus kita dorong bersama,” tegasnya.

Baca Juga :   Wahono Sambangi Puslat SH Terate Bojonegoro, Bak Menguntai Sejarah Wilayah Barat

‎Selain itu, Mas Wahono, begitu ia karib disapa, mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk terus menjaga kualitas produk dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain agar segera mengurus sertifikasi halal.(fin/adv/prokopim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait