Cegah Banjir dan Longsor, Bupati Bojonegoro Ajak Masyarakat Bergerak Tanam Pohon ‎

Bupati tanam pohon
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat melakukan tanam pohon bersama multipihak dalam agenda Pertamina Green Action 2025.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hulu Bojonegoro melalui gerakan penanaman pohon secara masif dan berkelanjutan.

‎Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Gotong Royong Penanaman Pohon “Pertamina Green Action 2025″ di Dusun Jomblang Jati, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, pada 19 Desember 2025.

‎”Kawasan hulu memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Bupati Setyo Wahono dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Sabtu (20/12/2025).

‎Oleh sebab itu, penanaman pohon dinilai menjadi langkah nyata untuk meminimalisir potensi bencana banjir bandang, longsor, hingga kekeringan yang kerap terjadi, khususnya di wilayah selatan Bojonegoro.

‎“Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga alam demi masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Setyo Wahono.

‎Ia menekankan, bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci pembangunan berwawasan lingkungan.
‎Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta para kepala desa di Kecamatan Gondang untuk menggiatkan gotong royong penanaman pohon yang terfokus di wilayah hulu.

‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, lanjutnya, siap mendukung dengan penyediaan bibit pohon agar gerakan penghijauan dapat berjalan berkesinambungan.

‎Ia berharap, penanaman pohon tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga alam, memperkuat ketahanan wilayah, dan melindungi kehidupan masyarakat Bojonegoro di masa mendatang.

‎“Di Gondang hampir setiap tahun terjadi banjir bandang. Karena itu, menjaga hulu adalah kewajiban bersama. Kesadaran ekologis ini juga harus kita tanamkan kepada generasi muda dan para pelajar agar berkelanjutan,” tegasnya.

‎Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari program Pertamina Green Action 2025 yang diinisiasi PT Pertamina EP Sukowati Field bersama Alas Institute, serta melibatkan warga pesanggem, pelajar, pemuda, dan berbagai pemangku kepentingan.

‎Lebih dari 4.200 bibit pohon produktif dan tanaman keras ditanam secara partisipatif di kawasan hutan hulu Bojonegoro. Selain memperkuat fungsi ekologis hutan, program ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar hutan.

‎Field Manager Pertamina EP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim, menegaskan, bahwa penghijauan ini adalah bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, lingkungan yang lestari merupakan investasi penting bagi generasi mendatang. Jika tahap awal menunjukkan hasil baik, program akan diperluas dengan memperhatikan kualitas tanaman dan skala pertumbuhannya.

‎”Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan sebagian warga turut membeli bibit secara swadaya,” tuturnya.

‎Dukungan juga disampaikan SKK Migas Jabanusa. Melalui perwakilannya, Cindy Koeshardini menyatakan, bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya mitigasi kebencanaan dan konservasi hutan, khususnya di wilayah Bojonegoro.

‎Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, menyambut baik penanaman yang difokuskan di kawasan hulu. Ia menyatakan kesiapan menyediakan lahan hutan sepanjang tanaman yang ditanam berjenis produktif, berakar kuat, dan tanaman rimba.

‎”Ke depan, kawasan selatan Bojonegoro diharapkan dapat berkembang menjadi agrowisata buah-buahan yang hijau dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat hutan,” harapnya.(fin)

Pos terkait