Sri Wahyuni Tegaskan Peran DPRD Jatim dalam Penguatan Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi

Wakil Ketua IV DPRD Jatim, Sri Wahyuni.
Wakil Ketua IV DPRD Jatim, Sri Wahyuni (kanan) mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa (kiri kerudung kuning) meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.(arifin jauhari)

SaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sri Wahyuni, menegaskan komitmen kuat lembaga legislatif dalam mendukung program pasar murah sebagai langkah nyata menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah.

Sri Wahyuni mengemukakan komitmen lembaga tingkat provinsi ini saat mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/12/2025).

Sri Wahyuni menilai, pasar murah bukan sekadar kegiatan rutin pemerintah, melainkan bentuk kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Menurutnya, penyediaan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar merupakan solusi konkret di tengah fluktuasi harga pangan.

“Kegiatan seperti ini harus terus diperkuat. Pasar murah menyentuh langsung kebutuhan dasar warga dan menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi,” kata Sri Wahyuni di sela-sela peninjauan kepada Suarabanyuurip.com.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli beragam komoditas pangan esensial, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan tepung terigu dengan harga lebih terjangkau.

Politisi perempuan dari Partai Demokrat ini juga mengapresiasi solidnya sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dengan pemerintah kabupaten (Pemkab), hingga perangkat desa yang memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Sri Wahyuni berharap, pasar murah dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bentuk perlindungan sosial dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“DPRD Jawa Timur akan terus mendorong penguatan anggaran bagi program-program pro-rakyat agar pelaksanaannya semakin luas dan merata di berbagai daerah,” tegas adik kandung leglislator Sukur Priyanto ini.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa pasar murah menjadi instrumen penting sebagai bantalan sosial dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

“Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pasar murah ini diharapkan efektif sebagai salah satu pengendali inflasi di Jawa Timur,” ujarnya.

Warga, didominasi kaum ibu, terlihat sangat antusias dengan hadirnya Pasar Murah di Kapas. Salah satu pengunjung asal desa setempat, Siti Khlifah mengaku, sangat terbantu dari produk yang dijajakan. Terutama dari selisih harga barang yang diperdagangkan.

“Harganya jauh lebih ringan. Sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan beras dan minyak goreng,” ungkapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait