Isu Super Flu, Wakil Ketua IV DPRD Jatim Bagikan Tips Agar Tak Panik

Sri Wahyuni
Wakil Ketua IV DPRD Jatim, Sri Wahyuni imbau masyarakat di Jatim tak panik isu super flu.(ist/hestik)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Sri Wahyuni, mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan menyusul isu Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K yang menjadi perhatian di provinsi paling timur Pulau Jawa.

‎Untuk itu, sejumlah tips dibagikan ke masyarakat guna menghadapi isu kesehatan ini. Politisi perempuan yang sarat pengalaman selama 22 tahun di bidang kesehatan ini menyatakan, kewaspadaan harus dibangun berbasis data resmi, dan bukan spekulasi atau informasi tak terverifikasi yang beredar di media sosial.

‎“Sebagai wakil rakyat, saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada namun tidak panik. Setiap isu kesehatan harus disikapi secara rasional dan mengacu pada data resmi,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, Senin (12/1/2026).

‎Politis Partai Demokrat ini menilai, pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya memberi pelajaran penting bahwa pencegahan adalah kunci utama. Ia mengingatkan masyarakat tidak perlu mencari solusi rumit selama disiplin dasar dijalankan dengan benar.

‎Beberapa langkah sederhana yang efektif, kata Yuni, begitu ia disapa, dapat dilakukan para warga. Antara lain, dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga imunitas tubuh, menerapkan etika batuk dan bersin, dan menggunakan masker saat sakit.

‎“Penerapan PHBS, menjaga imunitas, etika batuk dan bersin, serta kesadaran memakai masker saat sakit terbukti efektif menekan potensi penularan,” tegasnya.

‎Berkaitan isu flu ini, legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro dan Tuban ini pun memberi perhatian khusus kepada Pemerintah Provinsi dan Dinas Kesehatan. Sri Wahyuni mendorong penguatan sistem surveilans kesehatan serta kesiapsiagaan fasilitas layanan medis di seluruh daerah. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan.

‎“Tenaga kesehatan harus mendapat dukungan maksimal, baik sarana-prasarana maupun perlindungan kerja, agar sistem kesehatan kita tetap kuat dan responsif,” imbuhnya.

‎Lebih lanjut, Yuni mengimbau, masyarakat untuk lebih cermat menyaring informasi dan hanya mempercayai sumber resmi dari pemerintah atau tenaga medis yang kompeten.

‎”Dengan kolaborasi antara pemerintah yang sigap dan masyarakat yang disiplin, saya yakin Jawa Timur mampu menghadapi tantangan kesehatan ini dengan tangguh,” pungkasnya.

‎Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengaku, belum mendapati laporan adanya kasus pasien terjangkit super flu di Bojonegoro.

‎”Belum ada (kasus super flu di Bojonegoro),” tandasnya melalui pesan aplikasi.(fin)

Pos terkait