Kolaborasi SH Terate-Alas Institute, Tanam 200 Pohon di Bantaran Sungai Desa Semanding

Tanam pohon
Kolaborasi SH Terate dan Alas Institute Tanam 200 Pohon di Bantaran Sungai Desa Semanding.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Semangat pelestarian lingkungan mewarnai kegiatan bakti sosial yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Rayon Semanding, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan pesilat bergotong-royong menanam lebih dari 200 pohon di bantaran sungai Desa Semanding, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (11/01/2026).

‎Aksi hijau ini dikemas sebagai penanaman pohon kolaboratif bersama organisasi masyarakat sipil Alas Institute, menghadirkan dua kategori tanaman, pohon produktif berupa alpukat, serta pohon keras seperti trembesi, beringin, dan flamboyan.

‎”Kombinasi ini dipilih untuk memberi manfaat ganda, ekologis sekaligus ekonomis, bagi lingkungan sekitar,” kata ‎Perwakilan Alas Institute, Andestara Anggara Putra kepada Suarabanyuurip.com.

‎Pria ramah ini menyampaikan, bahwa penanaman di bantaran sungai memiliki peran strategis. Selain memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi, jenis-jenis pohon yang ditanam juga berfungsi memperbaiki kualitas udara, menyediakan ruang teduh.

‎”Selain itu dalam jangka panjang, pohon buah dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat,” ujar Andes, sapaan akrabnya.

Baca Juga :   Kurangi Polusi Udara, DLH Akan Perbanyak RTH di Permukiman Padat Penduduk
Tanam pohon
FOTO BERSAMA : Kolaborasi SH Terate dan Alas Institute, Tanam 200 Pohon di Bantaran Sungai Desa Semanding, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

‎Sementara Ketua SH Terate Rayon Semanding, Cabang Bojonegoro, Wito menegaskan, kegiatan bertajuk “Gerakan Tanam Pohon Bersama” ini merupakan wujud bakti sosial yang rutin terlaksana berkala sekaligus penerapan salah satu ajaran Setia Hati Terate, yakni Memayu Hayuning Bawono, yang memiliki makna membuat dunia menjadi lebih baik dan selaras.

‎“Menanam pohon bukan sekadar menancapkan bibit, tetapi menanam harapan untuk masa depan yang lestari,” tegasnya.

‎Kolaborasi SH Terate dan Alas Institute ini, kata Wito, menjadi contoh nyata bahwa sinergi antar elemen di masyarakat mampu menghadirkan dampak positif bagi alam dan masyarakat. Dari bantaran sungai Semanding, pesan kepedulian lingkungan disemai.

‎”Hari ini ditanam, esok dipanen kebermanfaatannya,” tandas Wito.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait