Pertamina EP Bersiap Uji Produksi Sumur Dara Jingga di Blora

Sumur Migas Dara Jingga
SOSIALISASI : Pertamina EP bersiap uji produksi Sumur Dara Jingga di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora,  Jawa Tengah.

Suabanyuurip.com – Ahmad Sampurno
‎
‎Blora – PT Pertamina EP tengah mempersiapkan tahapan uji produksi pada sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 yang berlokasi di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora,  Jawa Tengah.
‎
‎Untuk memastikan kelancaran serta keamanan proses tersebut, Pertamina EP menggelar sosialisasi kepada warga masyarakat dan unsur pemerintah setempat di Pendopo Kantor Kecamatan Kradenan.
‎
‎Officer Communication Relations & CID Zona 11, Edy Arto, menyampaikan, Uji Kandungan Lapisan (UKL) atau uji produksi yang akan dilaksanakan pada awal Februari 2026 nanti adalah fase kritis, yang akan menentukan kelayakan pengembangan.
‎
‎”Ini adalah tahapan penting. Semoga hasilnya posistif sehingga bisa dikembangkan,” ujarnya Rabu (14/01/2026).
‎
‎Edy menambahkan, selama operasi pengeboran, semuanya berjalan lancar dan kondusif. “Masyarakat Desa Menden cukup mendukung dan kondusif,” ujarnya.
‎
‎Untuk diketahui pengeboran sumur migas telah berlangsung selama 95 hari dan masuk fase uji produksi yang akan berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan, dimulai pada awal Februari mendatang.
‎
‎”Pipa selubung telah terpasang. Sekarang kami melakukan persiapan pengujian kekuatan sumur dan lapisan untuk menilai kelayakan ekonominya. Data awal menunjukkan indikasi positif,” kata Edy mengutip informasi dari fungsi operasi.
‎
‎Sementara itu, Camat Kradenan, Tarkun, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Dikatakannya, sosialisasi tersebut  melibatkan perwakilan dari setiap RT dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
‎
‎Tujuannya, kata dia, agar masyarakat paham seluruh proses, termasuk uji kandungan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Lima perwakilan penggarap sawah juga dilibatkan.
‎
‎”Harapannya, tidak ada kejadian apa-apa. Semua tergantung alam. Warga diajari untuk mengenali tanda-tanda seperti bau atau kebisingan yang mencurigakan. Mereka juga perlu tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi insiden, mengingat gas memiliki kandungan berbahaya,” jelas Tarkun.
‎
‎Ia berharap, sebagai proyek negara, uji ini dapat membuktikan kandungan yang positif.
‎
‎Sekretaris Komisi C DPRD Blora, Warsit, menyatakan selama ini pengeboran berjalan baik dan lancar. Ditekankan, pentingnya kesiapan dalam operasi uji produksi.
‎
‎”Alat kesehatan seperti masker dan kendaraan evakuasi harus disiapkan. Polsek dan Koramil harus jadi garda terdepan,” tegasnya.(ams)

Pos terkait