SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Tuban – Sumur gas Sumber-1A di Lapangan Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah resmi mengalirkan gas bumi atau on stream baru-baru ini. Sumur itu merupakan pengembangan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ).
Upaya PHE TEJ sebagai bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina itu bertujuan mendukung keekonomian lapangan minyak dan gas bumi (Migas) melalui pengembangan lapangan marginal dan menghidupkan ekonomi lokal.
Dengan pengembangan ini, produksi gas bumi dari Sumur Sumber-1A pada puncaknya akan mencapai 12 Mmscfd yang akan meningkatkan produksi wilayah kerja (WK) Tuban menjadi 2.200 barel setara minyak per hari atau barrel of oil equivalent per day (BOEPD).
Direktur Regional Indonesia Timur, Muhamad Arifin menjelaskan, bahwa pengembangan Sumur Sumber-1A merupakan implementasi dari salah satu strategi Regional Indonesia Timur. Yakni upaya komersialisasi gas dari lapangan marginal dan stranded gas dari beberapa sumur yang belum termanfaatkan dengan maksimal.
“Strategi lainnya adalah securing the energy,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (24/01/2025).
Securing the energy dimaksud yaitu, memenuhi target produksi yang sudah ditetapkan melalui optimasi lapangan brownfield dan menggenjot produksi melalui sumur development dan workover, juga mendukung transisi energi sebelum akhirnya energi bersih dapat menjadi supplier utama pemenuhan kebutuhan energi.

Ditambahkan, pemanfaatan stranded gas bertujuan untuk menopang keekonomian lapangan migas. Stranded gas dikembangkan menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang kemudian akan menciptakan multiplier effect seperti untuk memasok industri kecil di Jawa Timur, diantaranya berupa rumah makan atau pabrik berskala kecil menengah.
Dengan penyaluran gas tanpa pipa itu diharapkan pelaku usaha akan mendapatkan sumber energi dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga usaha yang dijalankan bertumbuh dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Ia menambahkan tantangan utama adalah memilih buyer yang reliable.
Arifin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemangku kepentingan yang telah mendukung operasi PHE TEJ hingga pengaliran gas bumi perdana pada Rabu 22 Januari 2025 kemarin dapat tercapai.
“Alhamdulillah proses ini dapat kami lalui dan setelah melalui beberapa proses resmi dialirkan ke PT Sumber Aneka Gas sebagai mitra pembeli. Kami bersyukur dan berharap ini tidak hanya mendukung keekonomian lapangan, tapi juga berpengaruh menghidupkan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi,” ujar Arifin.
Peresmian on stream gas perdana Lapangan Sumber PHE TEJ dikemas dalam acara inaugurasi, dihadiri oleh Direktur Pengembangan & Produksi PHE Awang Lazuardi, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto yang hadir secara daring, GM Zona 11 Zulfikar Akbar, Forkopimda Kabupaten Tuban dan beberapa tokoh masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah operasi.
Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Awang Lazuardi menyampaikan apresiasi sehingga PHE TEJ berhasil dalam mewujudkan pengaliran gas bumi perdana. Awang juga menyatakan penghargaan kepada pemangku kepentingan khususnya regulator SKK Migas atas upaya percepatan sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan.
“Apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam project Sumber 1A, baik dari dari Zona 11, PHE TEJ, dan PT SAG. Dengan ritme waktu yang relatif padat, akhirnya PJBG disetujui SKK Migas dan gas in bisa dialirkan ke PT SAG,” ungkapnya.
Dia menegaskan, pengaliran gas bumi PHE TEJ merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung ketahanan energi. Untuk ia mengajak semua pihak memberikan doa agar produksi sumur ini sesuai yang ditargetkan.
“Dan (mohon doa) ke depan TEJ akan menemukan sumber-sumber migas baru di wilayah Tuban,” harapnya.
Sementara Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan penghargaan kepada PHE TEJ yang telah berhasil memulai produksi gas di awal tahun. Pihaknya mendukung penuh pengembangan sumur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan hasil terbaik untuk negara.
“Semoga dengan produksi ini selain meningkatkan lifting migas, juga dapat meningkatkan rantai ekonomi untuk masyarakat di sekitar wilayah Tuban,” tuturnya.
Untuk diketahui, sebelumnya PHE TEJ melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Sumber Aneka Gas, anak perusahaan PT Super Energy Tbk sebesar 12 MMSCFD yang akan diproses untuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquified Natural Gas (LNG).
Penandatanganan itu mendukung pencapaian ketahanan dan bauran energi nasional, dengan memperluas penyaluran gas bumi tanpa pipa. Penandatanganan PJBG ini dilakukan dalam acara International Convention Indonesia Upstream Oil & gas 2023 (IOG) di Bali pada 20 September 2023.(fin)





