PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Komite BPH Migas Elman Salman
Komite BPH Migas Elman Salman (kanan) saat meninjau instalasi PGN di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Yogyakarta – Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), berkomitmen memastikan layanan gas bumi yang andal dan berkelanjutan bagi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta.

‎Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna menjamin penyaluran gas bumi yang aman dan optimal untuk mendukung operasional rumah sakit yang melayani masyarakat selama 24 jam.

‎Saat ini, RSUP Dr. Sardjito menggunakan gas bumi dengan volume sekitar 30.000 meter kubik per bulan. Ke depan, akan dilakukan transisi layanan penyaluran dari PGN Gagas ke PGN, dengan tetap menjaga kualitas dan keandalan pasokan energi.

‎Gas bumi dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan boiler atau pemanas serta memenuhi kebutuhan energi dapur rumah sakit. BPH Migas bersama PGN melakukan monitoring langsung penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito.

‎Kegiatan monitoring dihadiri Komite BPH Migas Arief Wardono dan Eman Salman, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Heri Murahmanta, Area Head PGN Semarang Sugiyanto Eko Cahyono, serta jajaran terkait. Dari pihak rumah sakit hadir Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito Riat El Khair beserta manajemen.

Komite BPH Migas, Jajaran PGN Yogyakarta, dan pihak RS Dr. Sardjito berfoto bersama.
Komite BPH Migas, Jajaran PGN Yogyakarta, dan pihak RS Dr. Sardjito berfoto bersama.(suarabanyuurip.com/istimewa)

‎Komite BPH Migas, Arief Wardono menyampaikan, bahwa secara umum penyaluran gas bumi kepada pelanggan PGN, baik sektor komersial maupun rumah tangga, berada dalam kondisi aman tanpa gangguan operasional.

‎Khusus untuk RSUP Dr. Sardjito, BPH Migas memastikan, bahwa gas bumi yang disalurkan mampu mendukung aktivitas vital rumah sakit secara berkelanjutan.

‎”Kami di BPH Migas meminta PGN untuk terus memberikan layanan gas bumi yang prima sesuai dengan kebutuhan rumah sakit,” kata Arief Wardono dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (23/1/2026).

‎PGN menegaskan komitmennya untuk menjamin keberlanjutan pasokan gas bumi yang aman dan andal bagi RSUP Dr. Sardjito, mengingat peran rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan publik yang beroperasi penuh setiap hari.

‎Saat ini, penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito menggunakan skema beyond pipeline, yaitu Compressed Natural Gas (CNG) yang disuplai oleh anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).

‎Area Head PGN Semarang, Sugiyanto Eko Cahyono, mengungkapkan bahwa PGN hadir dengan sepenuh hati sebagai mitra strategis sektor kesehatan dalam mewujudkan operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

‎”Melalui sinergi dengan pemerintah, salah satunya BPH Migas, PGN berkomitmen menyediakan layanan energi yang aman dan tersedia 24 jam, sehingga rumah sakit dapat fokus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

‎Sementara itu, pihak RSUP Dr. Sardjito menyambut positif kemitraan pemanfaatan gas bumi bersama PGN. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Riat El Khair menyatakan, penggunaan gas bumi memberikan dampak positif bagi rumah sakit, baik dari sisi efisiensi maupun keberlanjutan.

‎“Selain menurunkan biaya energi hingga sekitar 30 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya, gas bumi juga mendukung komitmen rumah sakit menuju pengelolaan lingkungan yang lebih hijau,” tuturnya.

‎Sebagai informasi, saat ini PGN melayani 3.517 sambungan rumah (SR) serta pelanggan kecil, UMKM, dan komersial di wilayah Yogyakarta. Sejalan dengan komitmen mendukung ketahanan energi nasional dan pelayanan publik, PGN akan terus mengembangkan layanan gas bumi di Yogyakarta agar manfaat energi bersih ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (fin/adv)

Pos terkait