PGN Perkuat Ketahanan Bisnis, Siapkan Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

Infrastruktur PGN
Infrasuktur milik PGN yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal guna memenuhi kebutuhan energi nasional dan mencipatkan nilai tambah yang berkelanjutan.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat ketahanan bisnis melalui optimalisasi infrastruktur energi nasional, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan berbagai sumber pertumbuhan baru.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional yang terus meningkat di tengah dinamika ekonomi dan sektor energi global.

‎Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan, bahwa perusahaan saat ini berfokus memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal guna memenuhi kebutuhan energi nasional dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

‎“Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” kata Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Sabtu (6/6/2026).

‎Saat ini PGN memiliki total aset sekira US$6,2 miliar dengan jaringan pipa gas sepanjang lebih dari 33.000 kilometer. Perusahaan juga melayani lebih dari 825 ribu pelanggan dari berbagai segmen di seluruh Indonesia.

‎Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi gas bumi untuk berbagai sektor strategis, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, sektor komersial, industri hingga pembangkit listrik. Dengan penguasaan lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional, PGN memegang peran penting dalam mendukung kebutuhan energi domestik.

Baca Juga :   PGN Area Bojonegoro Pasang PRV di LBCV#2, Tingkatkan Keamanan Tekanan Jaringan Gas

‎Menurut Fajriyah, skala jaringan dan basis pelanggan yang dimiliki menjadi kekuatan utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan energi nasional pada masa mendatang.

‎Keandalan operasional terus dijaga melalui pengelolaan aset yang konsisten, penerapan standar keselamatan yang ketat, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

‎Selain memaksimalkan infrastruktur yang telah beroperasi, PGN juga menjalankan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional dan membuka peluang pertumbuhan baru. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, serta peningkatan utilisasi berbagai aset dan fasilitas energi yang dimiliki.

‎Melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN juga mendapat kepercayaan untuk mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas penyaluran gas antarwilayah sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi domestik bagi sektor industri dan ketenagalistrikan, terutama untuk mendukung fleksibilitas pasokan di wilayah Jawa bagian barat.

‎PGN juga terus memperkuat ketahanan pasokan energi melalui berbagai kesepakatan strategis yang dijalin dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia.

‎Dari sisi operasional, pada kuartal I tahun 2026 PGN mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Capaian tersebut menunjukkan peran strategis perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional melalui jaringan infrastruktur yang terintegrasi.

Baca Juga :   Pengadaan Lahan Pipa Gas di Desa Pulo Gagal

‎Dukungan terhadap agenda pertumbuhan jangka panjang juga ditopang oleh kondisi keuangan yang sehat. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) PGN berada di kisaran 29 persen, dengan posisi kas dan setara kas sekitar US$1,36 miliar.

‎Selain itu, rasio EBITDA terhadap beban bunga tercatat sebesar 21 kali, yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.

‎Sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, PGN juga mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.

‎Fajriyah menegaskan, kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat sehingga PGN berupaya memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan, dan kapasitas untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut.

‎Kebutuhan energi Indonesia dikatakan akan terus berkembang. Karena itu pihaknya fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut.

‎”Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutupnya.(fin/adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait