SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan membangun 163 titik jalan usaha tani (JUT) senilai Rp 31,1 miliar pada tahun 2026 ini. DPRD Bojonegoro meminta pembangunan JUT dilaksanakan secara merata agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mendukung rencana pemkab membangun 163 titik JUT, namun harus dilaksanakan secara merata.
“Kelompok tani atau poktan yang belum mendapatkan bantuan pembangunan infrastruktur pertanian tahun ini, harus diprioritaskan,” saran politisi PAN itu.
Pihaknya mendorong percepatan pembangunan serta perbaikan. Sebab JUT krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mempermudah transportasi hasil panen.
“Ini bisa memangkas biaya pengangkutan hasil pertanian, dan melancarkan aktivitas petani,” tegasnya.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Yuni Arba’atun menyampaikan, pembangunan JUT akan dilakukan di jalur yang sering dilalui petani. Dengan syarat, minimal lebar jalan sekitar 2,5 meter. Hal tersebut dibenarkan oleh
“Betul akan dibangun di 163 titik dengan anggaran Rp 31,1 miliar,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Yuni menegaskan, pembangunan JUT merupakan salah satu program unggulan dalam pembangunan infrastruktur pertanian (Petruk Tani). Dengan harapan, ongkos angkutan hasil pertanian bisa lebih murah.
“Juga, tidak menguras tenaga petani di jalan. Untuk itu, pembangunan JUT akan diprioritaskan bagi kelompok tani di semua wilayah agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” jelasnya.(jk)






