Menumbuhkan Perekonomian Masyarakat di Jalur Pipa Minyak Blok Cepu

PPM EMCL.
Musyawarah pertangungjawaban PPM EMCL di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

SuaraBanyuurip.com – Perekonomian masyarakat di jalur pipa minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, semakin tumbuh berkembang. Mereka mendapatkan bantuan program infrastruktur berupa jalan usaha tani (JUT) dan pertokoan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Ada tiga desa yang menjadi saaaran program pengembangan masyarakat (PPM) EMCL. Yakni Desa Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro; serta Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Program PPM di Desa Pacul berupa JUT, Desa Sambiroto berupa Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) dan Desa Simo berupa pertokon. Program yang diberikan EMCL tersebut sesuai kebutuhan masyarakat.

Pembangunan ketiga infrastruktur tersebut telah rampung dan diserahterimakan, Kamis (23/10/2025), setelah dilaksanakan musyawarah pertanggungjawaban.

Kepala Desa Pacul, Wagimin menyampaikan, pembangunan JUT semakin memudahkan akses petani menuju lahan, dan mengangkut hasil pertaniannya.

“Pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi bentuk nyata semangat gotong royong yang memperkuat ekonomi warga,” tegasnya.

Kepala Desa Sambiroto, Gunawan mengatakan, keberadaan Ponkesdes sangat membantu peningkatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

“Ponkesdes ini sekarang lebih layak setelah direnovasi. Masyarakat jadi lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus jauh-jauh ke kota,” ujarnya.

Kepala Desa Simo, M. Syukur menyebut bahwa program pembangunan pertokoan di desanya menjadi angin segar bagi perekonomian warga.

“Pertokoan ini kami harapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru dan mendorong tumbuhnya usaha kecil di desa,” ucapnya.

Perwakilan EMCL, Feni K. Indiharti menjelaskan, kegiatan musyawarah dan serah terima merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas program.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pelaksana,” ujarnya.

Manager Program Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (Fospota), Makdum Rokhim menambahkan, kegiatan serah terima ini bukan akhir dari proses, melainkan bagian dari perjalanan membangun kemandirian desa.

“Warga telah belajar banyak tentang perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan program. Ke depan, prinsip ini bisa diterapkan dalam kegiatan pembangunan lainnya,” katanya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait