BPH Migas Dorong Roadmap FSRU Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas (ke dua dari kanan).(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Surabaya – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemerintah menyiapkan roadmap pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) sebagai solusi strategis jangka menengah dan panjang guna memperkuat keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur (Jatim).

‎Pembangunan fasilitas FSRU dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

‎Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas menegaskan, keberadaan FSRU maupun fasilitas regasifikasi lainnya akan menjadi penopang pasokan gas berbasis LNG yang terintegrasi dengan jaringan pipa eksisting di wilayah Jatim.

‎Infrastruktur ini juga berperan penting dalam mendukung pemerataan energi dan program transisi energi. Dengan distribusi gas yang lebih merata, melalui integrasi pipa dan LNG, industri di Jatim diharapkan dapat menciptakan ekosistem gas bumi yang sekaligus mendukung daya saing bagi pelaku usaha.

‎“FSRU berperan sebagai sumber pasokan tambahan yang fleksibel untuk meningkatkan reliability penyaluran gas, khususnya di wilayah dengan kebutuhan besar seperti Jawa Timur,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (5/2/2026).

‎Selain menegaskan perihal pentingnya keberadaan FSRU di Jatim, Wahyudi juga melakukan kunjungan kerja. Dalam hal ini BPH Migas memantau penyaluran gas PGN pasca planned shutdown pemasok untuk kebutuhan maintenance.

‎Wahyudi menjelaskan, penyerapan gas bumi di Jatim yang disalurkan melalui jaringan transmisi menunjukkan tren kebutuhan yang tinggi, dengan rata-rata mencapai sekitar 413,88 BBTUD. Angka ini mencerminkan peran vital gas bumi dalam mendukung aktivitas ekonomi dan ketahanan energi wilayah.

‎“Dengan kebutuhan yang besar dan terus tumbuh, sistem pasokan perlu diperkuat melalui diversifikasi sumber energi. LNG melalui FSRU dapat menjadi buffer strategis untuk menjaga kontinuitas penyaluran gas,” tandas Wahyudi.(fin/adv)

Pos terkait