SuaraBanyuurip — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar edukasi Unplugged Coding bagi anggota PKK Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi berpikir komputasional masyarakat tanpa menggunakan perangkat digital.
Edukasi Unplugged Coding disampaikan melalui metode game dan simulasi sederhana yang mudah dipahami oleh peserta. Dengan pendekatan tersebut, anggota PKK diajak memahami konsep dasar logika, algoritma, dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Irma Safitri, menjelaskan bahwa Unplugged Coding menjadi alternatif pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan.
“Melalui Unplugged Coding, ibu-ibu PKK bisa belajar cara berpikir terstruktur dan logis tanpa harus menggunakan komputer atau gadget. Konsep ini sangat relevan untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Irma.
Ketua PKK Desa Banjarsari, Lilik Handayani, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan mahasiswa KKN memberikan wawasan baru bagi anggota PKK, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan pendidikan anak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Ibu-ibu jadi lebih paham bagaimana melatih pola pikir anak agar lebih sistematis dan kreatif, meskipun tanpa teknologi canggih,” kata Lilik.
Koordinator KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Reza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan ilmu pendidikan dengan kebutuhan warga desa.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui edukasi yang aplikatif dan mudah diterima masyarakat. *Unplugged Coding* menjadi salah satu program unggulan karena bisa menjangkau semua kalangan,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, M. Rondi, M.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang inovatif dan relevan.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerjemahkan konsep akademik menjadi kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan,” tutur M. Rondi.
Kegiatan edukasi Unplugged Coding tersebut diakhiri dengan sesi praktik dan diskusi interaktif antara mahasiswa dan anggota PKK, yang berlangsung antusias dan penuh partisipasi.(red)





