Anang Ma’ruf Sajikan Kopi Ledre, Khas Jajanan Tradisional Bojonegoro

Kopi Ledre.
Anang Ma'ruf, saat menyajikan Kopi Ledre, khas Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Jajanan ledre tentu sangat familiar di telinga masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur. Namun salah satu makanan dan oleh-oleh kota migas ini, bisa dipadukan menjadi kopi dengan cita rasa unik khas ledre.

Minuman kekinian cita rasa kopi dengan ledre, buah hasil inovasi Anang Ma’ruf, pemuda yang menekuni dunia kopi sejak 2008. Kota Bogor menjadi tempat belajar pertama Anang menekuni dunia barista, sebelum Kopi Ledre khas jajanan Bojonegoro tercipta.

Pemuda asal Desa/Kecamatan Purwasari itu sebelum pulang di Bojonegoro sudah mendirikan coffeshop di Bogor kemudian di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Setiap coffeshop sudah memiliki pelanggan masing-masing.

“Untuk di Bogor saya jual, meski pelanggan cukup ramai karena sudah 13 tahun di sana, tepatnya 2021 silam. Kemudian pindah di Cepu, Blora di tahun yang sama,” jelasnya, Selasa (17/2/2026).

Setelah dari Blora, Anang mendapat tawaran untuk kerjasama di Kokobo Dander Forest pada 2023 lalu. Saat di Kokobo, Ia juga berinovasi membuat sejumlah minuman khas. Seperti Banyu Biru yang terinspirasi dari sumber mata air Dander, dan Padang Mbulan terinspirasi dari cahaya bulan purnama.

“Masing-masing memiliki rasa khas serta unik. Dan minuman itu hanya tersedia di Kokobo,” terangnya.

Tak berhenti di situ, pemuda berusia 33 tahun itu terus berkembang dan berinovasi. Anang kemudian memberanikan membuka coffeeshop di Kelurahan Kepatihan, Kota Bojonegoro, namanya Deulleuda Coffee.

Baca Juga :   Penjual Nasi Gulung Khas Wonocolo Bojonegoro Habiskan 1 Kwintal Beras Sepekan

Melalui perenungan panjang, ide kreatif Anang akhirnya muncul. Ia mencoba berinovasi membedah bahan dasar ledre jajanan tradisional Bojonegoro menjadi racikan kopi.

“Ide Kopi Ledre sebetulnya sudah lama. Hanya saja proses penyempurnaan flavor ledre mirip atau sama persis itu memakan waktu selama 2 bulan,” jelasnya.

Dari hasil ide kreatif tersebut, Anang kembali berinovasi menjadikan jajanan tradisional ke arah modern. Guru ekstrakurikuler barista di SMAN 1 Dander itu sampai saat ini sudah memiliki lima kopi dari makanan tradisional. Seperti Kopi Apem, Kopi Nogosari, Kopi Getuk Lindri, dan Kopi klepon, namun di Deulleuda Coffee yang paling diminati adalah Kopi Ledre.

“Sejak awal Deulleuda Coffee mengenalkan Kopi Ledre menjadi ciri khas dan identitas coffeeshop. Sehingga pelanggan jika ingin menikmati Kopi Ledre hanya di Deulleuda Coffee,” jelasnya.

Kopi Ledre Diklaim Coffeshop di Bojonegoro

Kopi ledre.
Kopi Ledre, khas Bojonegoro.

Anang mengaku belajar meracik kopi sangat sulit. Butuh waktu lama. Sebab standar seduh dan kualitas kopi menjadi pengaruh cita rasa. Namun kondisi itu membuat dia lebih semangat, disiplin, dan berkembang hingga berhasil berinovasi sendiri.

“Sampai saat ini saya masih belajar terus. Karena menurut saya belajar kopi tidak ada ujungnya. Alasannya dunia kopi selalu berkembang tidak stag begitu saja mulai dari hulu ke hilir di dunia kopi selalu ada yang baru,” jelasnya.

Kopi Ledre sudah dinikmati masyarakat Bojonegoro pada tahun 2025, hingga viral di platform media sosial salah satunya TikTok. Banyak kaum muda, hingga mantan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berkunjung di Deulleuda Coffee hanya menikmati Kopi Ledre

Baca Juga :   Jawa Timur Raih Dua Penghargaan KPPU 2023

“Beliau tak menyangka jajanan tradisional Bojonegoro, yakni Ledre bisa dijadikan kopi,” kata Anang.

Kopi Ledre sudah menjadi Identitas Deulleuda Coffee, dan viral. Namun Coffeeshop di Bojonegoro ada yang mengcopy paste atau meniru Kopi Ledre, namun dengan nama berbeda.

Anang tak mempermasalahkan hal tersebut, karena dari rasa yang dibuat barista Coffeeshop itu sama sekali tidak sama. Anang sudah empat kali datang di Coffeeshop yang mengeklaim inovasinya, namun rasa kopinya amburadul.

“Kalau rasanya sama, tentu ada yang membocorkan resep inovasi kopi ledre saya. Yakni salah satu barista yang kerja di Deulleuda Coffee. Maka hingga saat ini tak menanggapi serius hal itu,” ungkapnya kepada suarabanyuurip.com.

Anang berpesan seharusnya barista berani berinovasi, mengangkat potensi di Bojonegoro. Bukan meniru inovasi orang lain, dan berkembang bersama-sama mengenalkan Bojonegoro.

“Karena Kopi Ledre ini merupakan pertemuan elegan antara warisan rasa dan seni meracik kopi. Maka inovasi sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Kedepan Anang akan terus berinovasi, bahkan telah menyiapkan produk kopi tradisional baru. Yakni kopi susu ender-ender yang juga merupakan makanan khas Bojonegoro.

“Saya berharap Kopi Ledre bisa dikenal luas, agar Bojonegoro memiliki kopi khas dan bisa dinikmati masyarakat Indonesia,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait