PGN Siap Optimalkan Distribusi Gas dari Pipa Cisem 2 ‎

Wamen ESDM Yuliot
Wamen ESDM Yuliot Tanjung bersama Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, dan pihak terkait lainnya saat berada di jaringan pipa gas Cisem 2 kawasan KITB.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Batang – PT PGN (Persero) Tbk menyatakan kesiapannya mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dari proyek pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 yang mulai dialiri gas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

‎Dengan mulai beroperasinya Cisem 2 dan kesiapan Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam mendistribusikan gas, pasokan energi untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah dalam negeri.

‎Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN akan mengintegrasikan pipa transmisi tersebut ke dalam jaringan distribusi gas nasional agar pasokan dapat dimanfaatkan langsung oleh sektor industri hingga masyarakat.

‎Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto mengatakan, pihaknya siap melanjutkan estafet pemanfaatan gas bumi dari Pipa Cisem dengan dukungan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator transmisi.

‎Utilisasi Pipa Cisem, kata dia, diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri.

‎”Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga,” katanya dalam keterangan resmi diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (20/3/2026).

‎Sementara itu, pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek tersebut sebagai tanda kesiapan operasional infrastruktur energi nasional.

‎Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menyampaikan, bahwa seluruh ruas Cisem 2 telah melalui uji teknis sebelum dioperasikan. Hasilnya, tidak ditemukan kebocoran sehingga pipa dinyatakan aman.

‎“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” ujarnya.

‎Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242–245 kilometer. Jika digabungkan dengan Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer, total jaringan mencapai kurang lebih 305 kilometer.

‎Meski lebih panjang dibanding tahap pertama, pembangunan Cisem 2 hanya berselisih dua bulan dari Cisem 1. Hal ini dimungkinkan karena metode pengerjaan dilakukan secara paralel di beberapa ruas.

‎Pembangunan pipa yang mulai dialiri gas sejak 18 Maret 226 ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Infrastruktur tersebut juga mengintegrasikan pasokan gas dari berbagai wilayah, mulai dari Timur Indonesia, Natuna hingga Andaman.

‎Menurut Wamen ESDM, integrasi jaringan gas ini akan mempermudah pengembangan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan pasokan energi stabil.

‎Selain itu, keberadaan infrastruktur gas juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan devisa negara.

‎Pemerintah daerah setempat juga didorong mempercepat proses perizinan untuk mendukung investasi di kawasan industri, khususnya di KITB yang telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

‎Yuliot menegaskan, keandalan pasokan energi menjadi kunci dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang mendekati 8 persen.

‎“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” tambahnya.(fin/adv)

Pos terkait