Lapas Bojonegoro Hadirkan Pelayanan Medis 24 Jam bagi Warga Binaan

Lapas Bojonegoro
Lapas Bojonegoro menghadirkan pelayanan medis 24 Jam bagi warga binaan.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang optimal terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro, Jawa Timur. Melalui sistem pelayanan medis 24 jam, seluruh warga binaan dipastikan tetap mendapatkan hak dasar kesehatan secara maksimal dan berkelanjutan.

‎Pelayanan kesehatan di dalam lapas kini berjalan setiap hari melalui sistem open klinik yang dapat diakses oleh warga binaan kapan saja. Tidak hanya menunggu pasien datang, petugas kesehatan juga aktif melakukan kontrol keliling ke blok hunian sebagai bentuk layanan jemput bola sekaligus upaya deteksi dini kondisi kesehatan.

‎Dokter lapas, Dr. Dendy Fitra Lesmana, menegaskan, bahwa layanan kesehatan diberikan tanpa batas waktu, termasuk pada malam hari. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga binaan. Maka, tak hanya open klinik, ia juga rutin melakukan kontrol keliling untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan.

‎”Bahkan di malam hari, apabila terdapat warga binaan yang sakit, kami tetap siap memberikan pelayanan meskipun mereka sudah berada di dalam kamar hunian,” kata Dr. Dendy Fitra Lesmana kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (26/3/2026) petang.

‎Ditambahkan, dalam kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan, pihak lapas telah menyiapkan sistem rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, yakni RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

‎“Jika terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami segera berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan untuk tindakan medis lanjutan. Semua dilakukan sesuai SOP yang berlaku dengan pengawalan ketat,” tambahnya.

‎Sementara Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam proses pembinaan warga binaan. Ia memastikan seluruh warga binaan mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.

‎”Petugas kami, baik dokter maupun perawat, selalu siaga 24 jam. Ini merupakan wujud pelayanan yang humanis dan profesional,” tegasnya.

‎Dengan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan, kondisi kesehatan warga binaan diharapkan tetap terjaga. Hal ini sekaligus mendukung proses pembinaan berjalan lebih efektif.

‎”Serta menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan kondusif,” tandas Haru Winarca.(fin)

Pos terkait