PLN Berhasil Pulihkan Lima Tiang Patah Dampak Puting Beliung

PLN perbaiki tiang listrik terdampak puting beliung
Personel PLN Bojonegoro gerak cepat perbaiki tiang listrik tegangan menengah yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro-Ngawi.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Penanganan gangguan jaringan listrik akibat dampak bencana angin puting beliung di wilayah perbatasan Bojonegoro–Ngawi, Jawa Timur, berhasil dituntaskan oleh Perusahaan Listik Negara (PLN) wilayah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bojonegoro.

‎Lima tiang tegangan menengah (TM) yang sebelumnya dilaporkan patah di area Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Padangan, kini telah diperbaiki, dan sistem kelistrikan kembali normal.

‎Manajer ULP PLN Padangan, Burhan Listyawan, menyampaikan bahwa proses pemulihan berjalan cepat berkat kerja intensif tim di lapangan.

‎“Alhamdulillah, untuk tiang kami yang patah sudah selesai semua, dan kondisi jaringan sudah normal operasi pukul 06.39 WIB pagi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

‎Ia menambahkan, pemulihan aliran listrik kepada pelanggan bahkan telah dilakukan lebih awal sejak malam hari.

‎“Untuk pelanggan tadi malam pukul 22.50 WIB sudah menyala, total tidak ada yang padam,” imbuhnya.

‎Burhan menjelaskan, pelanggan yang terdampak gangguan listrik meliputi wilayah Kecamatan Margomulyo dan Kecamatan Ngraho. Namun, berkat percepatan penanganan, seluruh pasokan listrik berhasil dipulihkan dalam waktu relatif singkat.

‎Dalam proses recovery tersebut, PLN mengerahkan sumber daya secara maksimal. Sebanyak lima unit crane dan delapan regu pekerjaan (HAR) dengan total 52 personel diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat perbaikan.

‎“Kemarin kita mengerahkan crane lima unit dan delapan regu HAR atau sekitar 52 personel untuk percepatan recovery,” jelasnya.

‎Tidak hanya itu, penanganan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BPBD, Damkar, serta jajaran kepolisian dari Polsek dan Polres Ngawi.

‎“Alhamdulillah lancar, kami juga dibantu BPBD, damkar, dan Polsek/Polres Ngawi,” tandasnya.

‎Diwartakan sebelumnya, akses jalan utama penghubung Kabupaten Ngawi dengan Bojonegoro sempat lumpuh total akibat bencana angin puting beliung yang merobohkan sejumlah tiang listrik dan menghalangi badan jalan, Senin (30/3/2026).

‎Kondisi tersebut sempat memicu kemacetan panjang kendaraan di kedua arah di perbatasan antara Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, tepatnya di wilayah Kabupaten Ngawi.

‎Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polres Bojonegoro, Ipda Erik Kurniawan, S.H., mengatakan, bahwa kepadatan arus lalu lintas terjadi karena jalur utama tidak dapat dilalui, sehingga kendaraan menumpuk di sekitar lokasi terdampak.

‎“Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat tersendat dan terjadi kemacetan karena jalur utama tidak bisa dilalui,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin malam (30/3/2026).

‎Sebagai langkah penanganan, kata Ipda Erik, petugas kemudian melakukan pengalihan arus dari pertigaan Mojosari, Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, menuju jalur alternatif yang tembus ke Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.

‎“Pengalihan arus dilakukan dari pertigaan Mojosari ke arah Padas, Ngawi. Memang jaraknya cukup jauh, sekitar 15 kilometer dari kota, namun saat ini jalur tersebut sudah mulai diberlakukan buka tutup dan relatif lebih lancar,” jelasnya.(fin)

Pos terkait