Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga di Bojonegoro

Angin kencang
Rumah warga di Kecamatan Tambakrejo rusak akibat terjangan angin kencang.(ist/bpbd)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Hujan deras disertai angin kencang merusak puluhan rumah warga di dua kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (23/1/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada 32 rumah warga di Kecamatan Tambakrejo dan Kecamatan Ngambon.

‎Di Kecamatan Tambakrejo, angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan melanda Dusun Gading RT 5, 7, dan 8 RW 1 dan 2 Desa Gading, serta Dusun Benet RT 1 dan 2 RW 4 Desa Bakalan. Sebanyak 17 kepala keluarga terdampak, dengan tingkat kerusakan didominasi rusak ringan hingga rusak sedang pada bagian atap rumah.

‎Sementara itu, angin kencang juga menerjang Kecamatan Ngambon sekitar pukul 15.45 WIB. Dampaknya, 15 rumah warga di Desa Bondol dan Desa Ngambon mengalami kerusakan atap.

‎Selain rumah warga, sejumlah fasilitas turut terdampak, antara lain pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa rumah warga, dua pohon tumbang menimpa bangunan Sekolah MI Attolibin, kanopi masjid roboh, serta kandang ayam milik warga yang ambruk.

‎Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim BPBD telah melakukan asesmen dampak kejadian, pendataan rumah rusak, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait.

‎”Bantuan logistik berupa paket sembako juga telah kami salurkan kepada warga terdampak,” kata Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (24/1/2026).

‎Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh rumah warga yang terdampak masih bisa ditempati. Pembersihan puing-puing bangunan dan penanganan pohon tumbang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga setempat.

‎BPBD Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan deras disertai angin kencang, yang masih berpeluang terjadi di wilayah Bojonegoro.

‎”Kami imbau masyarakat Bojonegoro umumnya untuk lebih waspada potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” tandas Heru.(fin)

Pos terkait