Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Akses jalan utama penghubung Kabupaten Ngawi dengan Bojonegoro sempat lumpuh total akibat bencana angin puting beliung yang merobohkan sejumlah tiang listrik dan menghalangi badan jalan, Senin (30/3/2026).
Kondisi tersebut sempat memicu kemacetan panjang kendaraan di kedua arah di perbatasan antara Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, tepatnya di wilayah Kabupaten Ngawi.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polres Bojonegoro, Ipda Erik Kurniawan, S.H., mengatakan, bahwa kepadatan arus lalu lintas terjadi karena jalur utama tidak dapat dilalui, sehingga kendaraan menumpuk di sekitar lokasi terdampak.
“Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat tersendat dan terjadi kemacetan karena jalur utama tidak bisa dilalui,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin malam (30/3/2026).
Sebagai langkah penanganan, kata Ipda Erik, petugas kemudian melakukan pengalihan arus dari pertigaan Mojosari, Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, menuju jalur alternatif yang tembus ke Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.
“Pengalihan arus dilakukan dari pertigaan Mojosari ke arah Padas, Ngawi. Memang jaraknya cukup jauh, sekitar 15 kilometer dari kota, namun saat ini jalur tersebut sudah mulai diberlakukan buka tutup dan relatif lebih lancar,” jelasnya.

Di sisi lain, kendala juga terjadi pada jaringan komunikasi di lapangan. Sinyal seluler dilaporkan melemah karena terdampak gangguan listrik, sementara daya cadangan tower tidak mampu bertahan lama.
“Untuk komunikasi di lapangan mulai terkendala karena sinyal melemah dan baterai tower tidak bisa bertahan lama,” imbuhnya.
Meski sempat lumpuh, kondisi terkini menunjukkan adanya perbaikan. Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi kini sudah bisa melintas di jalur tersebut.
“Update terakhir, kendaraan kecil sudah bisa melintas. Namun untuk truk besar, terutama tronton, masih belum diperbolehkan melintas demi keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Padangan, Burhan Listyawan, membenarkan adanya kerusakan pada infrastruktur kelistrikan akibat kejadian tersebut. Ia menyebut sedikitnya lima tiang tegangan menengah milik PLN roboh.
“Saat ini tim sedang fokus pengamanan material. Ada tiang kami yang terdampak, total lima tiang patah,” ungkapnya.
Burhan menambahkan, proses penanganan di lapangan masih berlangsung di tengah kondisi cuaca yang gerimis. Para petugas berjibaku sesegera mungkin memulihkan infrastruktur yang rusak.
“Bismillah, semoga diberikan kelancaran. Cuaca gerimis,” tandasnya.(fin)





