Komitmen Kawal Isu Kemanusiaan, Ketua APPA Bojonegoro Terima Penghargaan dari PWI

Ketua APPA Bojonegoro, Nadhifatul Hima.
SIMBOLIS : Ketua APPA Bojonegoro, Nadhifatul Hima, menerima penghargaan dari PWI Bojonegoro atas komitmennya dalam mengawal isu kemanusiaan utamanya perlindungan perempuan dan anak.

SuaraBanyuurip.com – Komitmen dalam mengawal isu kemanusiaan kembali mendapat apresiasi. Ketua Asosiasi Perempuan Penyelamat Anak (APPA) Bojonegoro, Nadhifatul Hima, menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro atas dedikasinya dalam perlindungan perempuan dan anak, Kamis (2/4/2026).

‎Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras Hima bersama timnya yang selama ini konsisten berada di garda terdepan dalam menangani berbagai kasus sensitif, seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kejahatan seksual di wilayah Bojonegoro.

‎Dalam kesempatan tersebut, Nadhifatul Hima, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

‎“Apresiasi ini akan kami jadikan sebagai support sistem untuk meningkatkan kualitas pengabdian kami. Namun, perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

‎Mbak Hima, demikian karib disapa, juga menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat. Ia berharap ke depan terjalin sinergi yang lebih kuat antara APPA dan insan pers.

‎”Khususnya dalam membangun kesadaran publik terkait hak-hak perempuan dan anak, menjaga privasi korban dalam pemberitaan, serta mendorong kebijakan publik yang berpihak pada kelompok rentan,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menyatakan, bahwa penghargaan tersebut layak diberikan kepada Nadhifatul Hima. Sasmito menilai, kiprah Hima dalam memberikan pendampingan bagi korban kekerasan dan kejahatan seksual telah memberikan dampak nyata di masyarakat.

‎“Ini adalah bentuk apresiasi atas pengabdian beliau. Upaya memberikan yang terbaik bagi perempuan dan anak, terutama korban yang membutuhkan pendampingan khusus, patut kita dukung bersama,” tegas Sasmito.

‎Melalui kolaborasi antara aktivis kemanusiaan dan media massa, diharapkan Bojonegoro dapat terus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak di masa mendatang.(red)

Pos terkait