HPN 2026 dan HUT ke 80 PWI Tingkat Jatim Jadi Pengingat Kualitas Jurnalistik

HPN PWI Jatim
REFLEKSI: Puncak Peringatan HPN 2026 dan HUT ke 80 PWI Tingkat Jatim menjadi pengingat untuk selalu menjaga kualitas jurnalistik, marwah pers, dan meningkatkan profesionalisme wartawan.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Surabaya – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Jawa Timur (Jatim) dimanfaatkan sebagai momentum refleksi untuk menjaga kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

‎Agenda dipusatkan di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya Kamis malam (16/4/2026) ini dihadiri perwakilan PWI kabupaten/kota se-Jawa Timur, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Forkopimda provinsi dan daerah, serta tokoh masyarakat umum.

‎Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan, bahwa peran pers tetap krusial karena mampu menghadirkan informasi yang kredibel di tengah maraknya konten media sosial.

‎”Tanpa pers, kita tidak bisa membayangkan bagaimana informasi yang kredibel dapat tersampaikan. Bahkan sering kali kami di pemerintah justru lebih dahulu mendapatkan informasi dari rekan-rekan wartawan,” katanya.

‎Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pers masih terjaga karena media mengedepankan akurasi dan verifikasi dalam setiap pemberitaan. Ia juga menilai kritik yang disampaikan pers menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih baik.

‎Politisi dari Partai Demokrat ini menambahkan, hubungan antara pemerintah dan insan pers harus terus dijaga secara sehat dan konstruktif agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan optimal.

Baca Juga :   Anwar Minta Kompolnas Kawal Gelar Perkara Dugaan Pemalsuan Data Otentik Bupati Anna
HPN PWI JATIM
Ketua dan Pengurus PWI Kabupaten Bojonegoro saat mengikuti puncak peringatan HPN 2026 dan HUT ke 80 PWI Tingkat Jatim di Surabaya.

‎Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim menegaskan, esensi utama peringatan HPN tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kualitas jurnalisme.

‎“Bagaimana setiap hari kita memperbaiki kualitas jurnalisme, menghadirkan informasi yang mencerahkan, dan menjadi arah bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyoroti tantangan besar yang dihadapi pers dalam menjaga kualitas di era digital.

‎Ia mengingatkan, PWI yang lahir pada 9 Februari 1946 kini memasuki usia ke-80, dengan tanggung jawab yang semakin kompleks. Terutama akibat disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis media dan cara masyarakat mengonsumsi informasi.

‎”Pers harus tetap menjadi rujukan utama dengan menjaga kualitas berita yang akurat, terverifikasi, dan memberikan manfaat bagi publik,” tegasnya.

‎Akhmad Munir juga mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pemanfaatan platform digital.

‎Selain itu, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik di tengah berbagai kepentingan yang memengaruhi industri media.

‎”Momentum Hari Pers ini harus menjadi refleksi bersama agar kita tetap menjaga marwah pers dan profesionalisme sebagai wartawan,” tandasnya.(fin)

Pos terkait