SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mulai membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Griya Dharma Kusuma (GDK) dengan menunjuk Dili Tri Wibowo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur.
Penunjukan sejak 2 Maret 2026 tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali BUMD yang telah mati sejak 2020 akibat krisis keuangan berkepanjangan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag Perekonomian dan SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro, Laela Noer Aeny mengatakan, penunjukan Dili merupakan bagian dari strategi penataan ulang PT GDK agar kembali produktif.
“Beliau ditunjuk sebagai direktur sementara atau Plt sejak 2 Maret 2026 untuk menyiapkan proses reaktivasi,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (7/4/2026).
Menurut Aeny, begitu ia karib disapa, tugas utama Dili Tri Wibowo adalah menyiapkan fondasi awal kebangkitan PT GDK. Mulai dari inventarisasi dan pemulihan aset, menindaklanjuti hasil audit Inspektorat, hingga menyelesaikan kewajiban perusahaan kepada mantan karyawan.
“Termasuk menyelesaikan tanggungan atau hutang kepada sejumlah mantan karyawan,” ujarnya.
Langkah ini, kata Aeny, juga menjadi upaya Pemkab Bojonegoro dalam mengoptimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai agar kembali memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Untuk memanfaatkan kembali aset yang terbengkalai agar bisa menambah pendapatan,” tegasnya.
Sementara itu, Dili Tri Wibowo, membenarkan penunjukannya sebagai Plt Direktur PT GDK. Ia menyatakan fokus utamanya saat ini adalah menyiapkan landasan kuat bagi operasional kembali perusahaan.
“Prioritas kami adalah menyiapkan pondasi atau landasan aktivasi kembali GDK sehingga menjadi BUMD yang produktif, juga membantu mengurai permasalahan lalu yang belum diselesaikan,” ujarnya.
Dili berharap doa dukungan dari semua pihak agar proses pembenahan dan reaktivasi PT GDK dapat sukses, serta berjalan lancar.(fin)
Benahi GDK, Pemkab Bojonegoro Tunjuk Dili Tri Wibowo sebagai Plt Direktur
