Bendung Ngunut akan Dinormalisasi Tahun Ini, Selamatkan 940 Ha Pertanian Bojonegoro

Bendung Ngunut.
BUTUH NORMALISASI: Bendung Ngunut yang menjadi suplaisi DI Balong tertutup sedimen sehingga menganggu pasokan air bagi pertanian di empat desa di Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan melakukan normalisasi Bendung Ngunut di Dusun Kare, Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander pada tahun 2026 ini. Normalisasi bertujuan meningkatkan daya tampung Bendung Ngunut dan memperlancar distribusi air untuk kebutuhan pengairan bagi 940 hektar (ha) lahan pertanian di empat desa di Kecamatan Dander.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati mengatakan, tim Dinas PU SDA telah melakukan peninjauan untuk mengetahui sedimentasi Bendung Ngunut yang dikeluhkan petani.

“Iya benar. Hari ini kami ke Bendung Ngunut. Dari hasil pengukuran tadi sedimentasinya cukup tebal, sekitar 1,5 meter dari dasar bendungan,” kata Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/4/2026).

Dijelaskan, Dinas PU SDA Bojonegoro akan melakukan normalisasi Bendung Ngunut pada tahun 2026 ini. Pengerukan sedimentasi akan dilalukan di suplesi daerah irigasi (DI) Balong.

“Untuk rencana kegiatan sudah kami laporkan ke Bu Kadin. Prioritas sementara normaliasasi akan dilakukan di suplesi DI Balong,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Luncurkan Teknologi Drone Pertanian

Selain menormalisasi, lanjut Bungku, Dinas PU SDA Bojonegoro berencana melakukan rehabilitasi permanen Bendung Ngunut. Rehabilitasi meliputi sayap dan dinding bendungan. Juga dinding pintu pelimpas yang mengalami ambrol.

“Untuk rehabilitasi permanen akan kita laksanakan tahun 2027,” ucapnya.

Bendung Ngunut.
Tim Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro meninjau suplesi DI Balong di Bendung Ngunut Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander.

Bungku menambahkan volume efektif Bendung Ngunut mencapai 300.789 meter kubik (M3). Luas DI Ngunut mencapai 614 ha dan suplesi DI Balong seluas 316 ha. Normalisasi diharapkan dapat meningkatkan daya tampung Bendung Ngunut, dan memperlancar distribusi air yang saat ini tertutup sedimen.

“Sehingga petani tidak perlu lagi khawatir kekurangan air saat tanam,” pungkasnya.

Bendung Ngunut selama ini menjadi tumpuan ratusan petani di empat desa untuk mencukupi kebutuhan pengairan bagi pertanian. Yakni Desa Sumodikaran, Ngumpakdalem, dan Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, serta Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro.

Di Bendung Ngunut terdapat empat pintu air. Bendung ini menampung air dari sumber mata air Grogolan Desa Ngunut, dan menjadi suplesi DI Balong, Ngunut dan DI Dander. Total luas panen (sawah) yang bertumpu pada pengairan dari Bendung Ngunut mencapai 930 hektar (Ha).

Baca Juga :   Akses Layanan Publik, Masyarakat Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Ketua Kelompok Petani Pemakai Air (Hippa) Desa Ngumpakdalem, Pandil mengapresiasi gerak cepat Dinas PU SDA Bojonegoro menanggapi keluhan petani untuk melakukan normalisasi Bendung Ngunut.

Menurutnya, normalisasi yang akan dilakukan bisa memperlanjar distribusi air ke suplesi DI Balong untuk mencukupi kebutuhan pertanian. Sehingga petani tidak khawatir lagi gagal tanam akibat kekurangan air saat musim tanam padi kedua yang sedang berlangsung, dan musim kemarau tahun ini.

“Tentu kami bahagia mendengar kabar ini. Karena sudah lama petani menantikan itu dinormalisasi agar airnya bisa mengalir lancar,” sambung Pandil dikonfirmasi terpisah.

Pandil menambahkan produksi padi sepanjang aliran Bendung Ngunut per hektarnya mencapai 7-8 ton.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait