SuaraBanyuurip.com – Prodi Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali menggelar kuliah umum internasional via daring, Senin (25/5/26). Kuliah umum yang diikuti mahasiswa-mahasiswi Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Unigoro membahas tentang penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam rekayasa kesehatan.
Kuliah umum Unigoro menghadirkan akademisi Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Ir. Dr. Noorhamizah Binti Mohamed Nasir.
Dekan Fakultas Saintek Unigoro, Ir. H. Zainnudin, MT., mengapresiasi kuliah umum internasional yang telah diselenggarakan dua kali oleh prodi teknik industri. Kuliah umum dengan narasumber bertaraf internasional menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sebagai upaya memperkuat jejaring global antar civitas akademika.
“Dalam beberapa waktu terakhir, prodi-prodi di lingkungan Fakultas Saintek Unigoro memang didorong untuk menyelenggarakan kuliah umum internasional. Yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dan prodi,” tuturnya.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., berharap, kuliah umum internasional dapat memperkuat jejaring global kampus. Sekaligus mendorong civitas akademika untuk melaksanakan riset yang relevan dengan topik-topik terkini.
Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menegaskan misi Unigoro menuju kampus bertaraf international. Sehingga aktivitas pembelajaran harus familiar dengan istilah akademik asing.
“Langkah ini (kuliah umum internasional) dapat diikuti prodi-prodi lainnya. Sehingga bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama fakultas dengan kampus asing,” terangnya.
Menurut Noorhamizah, penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit (RS) saat ini sedang mempertimbangkan solusi berbasis AI untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan hasil perawatan pasien, serta meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Dia mencotohkan penggunaan AI untuk monitoring pasien yang dimulai sejak pandemi Covid-19. Data-data pasien dikumpulkan melalui perangkat pemantauan kesehatan, sensor dan perangkat yang dapat ada di alat tersebut dapat memberikan terapi yang ditargetkan dan berbasis hasil.
“Bahkan sekarang pun sistem manajemen RS membantu penyedia layanan kesehatan dan praktisi medis untuk mengerjakan sistem administrasinya. Seperti penjadwalan, penerimaan pasien, rekam medis elektronik, pembayaran, dan sebagainya. Agar lebih efisien serta lebih hemat waktu,” paparnya.(red)





