SuaraBanyuurip.com – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April menjadi momentum penting untuk menegaskan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dunia jurnalistik.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bojonegoro, Ririn Wedia mengatakan, perempuan masa kini harus mendapatkan kesempatan dan kepercayaan untuk berkontribusi, termasuk menjaga kualitas dan independensi pers.
“Kita sebagai perempuan tidak lagi berada di belakang, melainkan sudah berdiri sejajar bahkan memimpin dalam berbagai lini strategis,”tegasnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, semangat Kartini yang diwariskan kepada kaum perempuan adalah untuk berani berpikir, bersuara, dan mengambil peran. Di dunia pers, perempuan punya tanggung jawab besar kepada publik dalam menjaga kebenaran informasi.
Ririn menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan di dunia jurnalistik. Mulai dari anggapan miring hingga tekanan profesi dari sebagian kalangan. Namun, ia optimistis perempuan mampu menjawab tantangan tersebut dengan kompetensi dan integritas.
“Menjadi seorang wartawan perempuan harus tangguh dan pantang menyerah. Sebagaimana yang ditunjukkan Kartini dulu, ia tetap gigih berkarya melalui tulisan-tulisannya hingga bisa mengubah peradaban, meskipun banyak tekanan,” tuturnya.
Untuk itu, dalam momentum Hari Kartini, Ririn mengajak seluruh insan pers, khususnya perempuan, untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berani mengambil peran strategis di ruang publik.
“Perempuan harus percaya diri. Kita bukan hanya pelengkap, tapi penggerak. Pers yang kuat juga lahir dari keberanian perempuan dalam menjaga independensi dan menyuarakan kepentingan publik,” tegasnya.
Ririn berharap peringatan Hari Kartini di Bojonegoro tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi refleksi bersama untuk mendorong kesetaraan dan memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“Termasuk melalui peran media yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.(red)





