SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Insiden mobil Avanza hitam menghantam lima siswi di MTsN 1 Bojonegoro menyisakan fakta mengejutkan. Saksi mata menyebut, sopir Avanza bernopol AA 1239 RN ditemukan pingsan dan terluka usai kendaraan hilang kendali dan menyeruduk area latihan Pramuka, Jumat (1/5/2026) siang.
Seorang Pembina Pramuka di MTsN 1 Bojonegoro, Ahmad Nadif, menuturkan kesaksiannya, bahwa mobil tersebut melaju tak terkendali saat sekitar 80 siswa tengah mengikuti latihan tali-temali di halaman sekolah.
Diketahui, Avanza hitam itu adalah kendaraan operasional proyek. Semula dalam keadaan parkir di pojok sekolah. Namun mobil tiba-tiba melaju sangat kencang ke arah kerumunan siswa sehingga memicu kepanikan.
“Saya langsung teriak-teriak histeris suruh anak-anak lari. Mobilnya itu sempat oleng ke kanan terus ke kiri,” tuturnya.
Kendaraan itu berhenti setelah menabrak tiang bendera di tengah lapangan. Tabrakan ini menghentikan laju mobil sekaligus membuat tiang bendera patah.
Saat pintu mobil dibuka paksa, ada pengemudi di dalamnya, yaitu Nurul Qomarulloh, pria yang diketahui seorang manajer proyek, ditemukan dalam kondisi pingsan di atas kemudi dengan luka di bagian wajah.
”Orangnya (pengemudi) pingsan (di dalam mobil), tapi langsung dievakuasi,” terang Ahmad Nadif.
Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Muhammad Saifudin Yulianto, menyatakan, akibat kejadian itu, lima siswi mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko.
Dua siswa terpaksa harus menjalani operasi sebab mengalami cidera serius. Salah satunya mengalami pergeseran tulang pinggul dan siswi lainnya retak pada tangan. Sedangkan tiga siswi lainnya sudah langsung diizinkan pulang.
“Siswa yang dioperasi selesai sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (1/5) kemarin,” ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/5/2026).
Kepala sekolah ramah ini bersama keluarga korban berharap penyelesaian perkara dapat dilakukan secara kekeluargaan. Terlebih, pihak penyedia proyek mengaku siap bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan para korban.
”Kami meminta pihak pelaksana proyek menanggung semua biaya pengobatan para siswi,” bebernya.
Sementara itu, pengemudi kendaraan, Nurul Qomarulloh, juga mengalami luka di bagian mulut dan leher, dan dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.
Pak Nurul, sapaan akrabnya mengaku, mobil operasional yang digunakannya mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sistem transmisi.
“Dua sampai tiga hari ini ada masalah, terutama setelah mundur. Kalau mau maju harus diinjak gas terus dan terasa seperti meloncat,” ungkapnya saat ditemui di rumah sakit.
Terpisah, pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk dugaan kondisi pengemudi saat kejadian.
”Saat ini masih dalam proses penyelidikan, kami akan minta keterangan beberapa pihak,” tandas Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana.(fin)





