Sumur Eksplorasi Dara Jingga Masuki Uji Produksi

Sumur migas dara jingga
Sumur Eksplorasi Dara Jingga di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini telah memasuki tahap uji produksi.

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Proyek pengeboran sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 yang terletak di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini telah memasuki tahap uji produksi.

‎Kegiatan ini merupakan rangkaian dari operasi eksplorasi yang dilakukan oleh Tim Eksplorasi Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, di wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Cepu Field.

‎Tahap uji produksi yang dimulai sejak 3 Mei 2026, menjadi langkah penting dalam eksplorasi migas untuk mengetahui kandungan serta kemampuan alir gas dari lapisan batuan yang telah dibor.

‎Seluruh rangkaian kegiatan ini telah mendapat persetujuan dan berada dalam pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi nasional.

‎Hasil dari uji produksi nantinya akan menjadi dasar evaluasi guna menentukan potensi ekonomi dan rencana pengembangan lapangan lebih lanjut.

‎Kegiatan uji produksi sumur DRJ-01 telah disosialisasikan dan dikoordinasikan dengan berbagai pemangku kepentingan setempat. Operasi ini dilaksanakan dengan menerapkan standar keselamatan dan pengelolaan lingkungan yang sangat ketat.

Baca Juga :   Elpiji Subsidi 3 Kg Akan Dipasangi Barcode

‎Tim Eksplorasi Regional 4 melakukan pemantauan kadar H2S (hidrogen sulfida) di dalam dan sekitar lingkungan pemboran. Sebagai langkah antisipasi, tim siaga tanggap darurat H2S juga disiagakan.

‎Gas hasil uji produksi dibakar sempurna melalui sistem suar bakar (flare) untuk meminimalkan asap, sementara tingkat bau dan kebisingan dijaga tetap di bawah baku mutu yang ditetapkan.

‎Kegiatan uji produksi direncanakan berlangsung selama kurang lebih 5 hari, dengan proses pembakaran gas atau flaring dilakukan pada pagi hingga petang hari.

‎Aktivitas pembakaran gas di flare pit akan tampak terutama pada saat petang, dan tidak ada kegiatan flaring pada malam hari.

‎“Kepulan api dan cahaya dari flare pit merupakan hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan tidak panik,” ujar Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Tutus Fidiatmoko kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (05/05/2026).

‎Tutus menyampaikan, bahwa aspek keselamatan warga serta perlindungan lingkungan hidup selalu menjadi prioritas utama Tim Eksplorasi Regional 4 dalam menjalankan operasinya.

Baca Juga :   Dirut Pertamina Drilling Tekankan Zero Accident di Rig Sumur Migas Darajingga

‎Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan, Tim Eksplorasi Regional 4 telah membuka saluran komunikasi bagi masyarakat di sekitar area pengeboran.

‎Seluruh bentuk informasi terkini mengenai operasi yang diperlukan masyarakat dan lingkungan sekitar selalu disampaikan melalui tokoh masyarakat atau unsur perwakilan warga setempat.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait