SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar grand final lomba cipta jingle Geopark Bojonegoro di kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah dan lancar tersebut berhasil menetapkan tiga pemenang utama serta satu juara favorit dari total 10 finalis yang tampil di babak grand final. Para pemenang langsung menerima uang pembinaan dari panitia penyelenggara.
Juara pertama diraih Assyifa Mazroatul Fadzilah berjudul “Abdi Ning Bojonegoro”. Juara kedua diraih Dwi Novaberlianto melalui jingle berjudul “Geopark Bojonegoro Wajah Nusantara”. Sedangkan juara ketiga diraih Diky Fathu Rokhman dengan judul “Geopark Bojonegoro Harmoni Nan Abadi”. Adapun juara favorit diraih Felesia Hepy Novanti Ray lewat jingle berjudul “Jelajahi Keajaiban-Nya”.
Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina mengatakan, lomba cipta jingle tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bojonegoro dalam mendukung Geopark Bojonegoro menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.
“Lomba ini bertujuan menciptakan jingle resmi sebagai identitas promosi Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark, meningkatkan daya tarik geopark, serta mendorong ekonomi kreatif berbasis seni musik,” ujarnya dalam laporan.
Menurut Elzadeba, kompetisi telah dimulai sejak 28 Februari 2026 dan diikuti 26 peserta pengirim karya jingle. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 10 finalis berhak tampil di grand final dan dinilai langsung oleh dewan juri kompeten.
“Alhamdulillah para juara telah berhasil ditentukan oleh dewan juri. Nantinya karya-karya terbaik ini diharapkan dapat membantu membranding Geopark Bojonegoro,” kata Elzadeba kepada SuaraBanyuurip.com usai kegiatan.
Sementara itu, mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sukaemi menyampaikan, bahwa lomba cipta jingle digelar sebagai upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Dijelaskan, Geopark Bojonegoro memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang potensial. Karena itu Pemkab Bojonegoro terus berupaya mendorong Geopark Bojonegoro untuk memperoleh pengakuan UNESCO Global Geopark. Selain menjadi sarana edukasi konservasi, geopark juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Jingle bukan sekadar lagu atau hiburan, melainkan media komunikasi yang efektif untuk membangun identitas, menumbuhkan kebanggaan, dan menyampaikan pesan kepada masyarakat secara luas, khususnya generasi muda,” ujarnya membacakan sambutan bupati.
Pemkab Bojonegoro juga mengapresiasi seluruh peserta, finalis, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, perbankan, komunitas hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi dan kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Bojonegoro yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan, Disbudpar Provinsi, jajaran Disbudpar Bojonegoro, Kepala Desa Sendangharjo bersama perangkat, Staf Kecamatan Ngasem, dan terkait lainnya.(ko)
Berikut 10 Peserta Finalis Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro :
1. Zulfikar judul Pesona geopark Bojonegoro.
2. Felesia Hepy Novanti Ray judul Jelajahi Keajaiban-Nya.
3. Heru Setyawan Judul Senandung Tanah Lestari
4. Andre Natalis Putranto Judul Datang dan Jelajahi Geopark Bojonegoro
5. Idham Anantama Khalis Judul Ayo Ke Bojonegoro
6. Assyifa Mazroatul Fadzilah Judul Abdi Ning Bojonegoro.
7. Fadhil Ahmad Faishal Judul Geopark Bojonegoro.
8. Diky Fathu Rokhman Judul Geopark Bojonegoro Harmoni Nan Abadi.
9. Dwi Novaberlianto Judul Geopark Bojonegoro Wajah Nusantara.
10. Mohammad Zaki Fuady Judul Geopark Bojonegoro Harmoni Alam Jonegoro




