PWJS Gelar Sarasehan Agung se Nusantara dan Doa untuk NKRI Malam 1 Suro di Kayangan Api

PWJS
Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua PWJS Pusat Kang Sudjito dalam rangkaian Lungguh Bareng Sarasehan Agung se Nusantara" dan do'a bersama untuk NKRI Malam 1 Suro.

SuaraBanyuurip.com – Paguyuban Wujud Jiwa Semporna (PWJS) menyelenggarakan “Lungguh Bareng Sarasehan Agung se Nusantara” dan do’a bersama untuk Negara Republik Indonesia (NKRI) Malam 1 Suro, Senin (15/6/2026), di obyek wisata Kayangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri seratusan anggota PWJS dari berbagai daerah di Indonesia.

Beragam kegiatan dilaksanakan. Diantaranya hadrah, tembang macapat dan karawitan, dan teatrikal.

Selain dihadiri anggota PWJS se Nusantara, Lungguh Bareng Sarasehan Agung se Nusantara” dan do’a bersama untuk NKRI) Malam 1 Suro juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina, perwakilan Forkopimda, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Forkopimcam Ngasem, tokoh penghayat, MLKI, Pepadi, dan Pemerintah Desa Sendangharjo.

Ketua PWJS Pusat, Kang Sudjito menyampaikan, kegiatan PWJS selama ini banyak dilaksanakan di berbagai daerah di luar Bojonegoro. Meskipun PWJS berpusat di Desa Blongsong, Kecamatan Baureno.

“Kenapa baru dilaksanakan hari ini di Bojonegoro, di Kayangan Api. Karena dari perintah yang saya terima bertahun-tahun lalu, kegiatan baru bisa saya laksanakan di Bojonegoro setelah tahun 2025,” tuturnya.

“Kegiatan hari ini sangat pas sekali. Bulannya 6, pertengahan tahun, dan Malam 1 Suro,” lanjutnya.

Baca Juga :   Festival Geopark Bojonegoro 2025 akan Dimeriahkan Aneka Pertunjukan Seni dan Budaya
PWJS.
Ketua PWJS Pusat, Kang Sudjito menyalakan obor berbentuk angka delapan dari api Kayangan Api.

Kang Sudjito menambahkan, dipilihnya Kayangan Api sebagai tempat kegiatan PWJS Lungguh Bareng Sarasehan Agung se Nusantara” dan do’a bersama untuk NKRI Malam 1 Suro, karena tempat ini merupakan simbol kehidupan. Kayangan Api tempat Empu Kriyo Kusumo membuat keris.

“Pembuat keris itu lakunya harus bersih dari mulai nafasnya. Dan, Kayangan Api ini berada di Bojonegoro. Bojonegoro itu artinya Bojone Negoro. Jadi manusia kalau belum ke Bojonegoro bisa cidero,” jelasnya.

Mewakili Bupati Setyo Wahono, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina mengapresiasi kegiatan PWJS di Bojonegoro, karena dapat mengenalkan obyek wana wisata Api Abadi Kayangan Api kepada anggota paguyupan dari luar daerah.

Selain itu, lanjut Elza, kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian tradisi masyarakat Jawa dan Islam untuk menyambut tahun baru dengan memanjatkan doa terbaik.

“Melalui kegiatan ini kita bisa mengenalkan Kayangan Api kepada masyarakat luar daerah, bahwa Kayangan Api bukan sekedar tempat wisata, melainkan identitas sejarah yang menjadikan Kayangan Api sebagai destinasi wisata religi yang tepat sebagai tempat yang sangat sakral dan religius untuk dikunjungi,” sambungnya.

Baca Juga :   Anggota DPR RI Wihadi Wiyanto Minta Pemda Sukseskan MBG

“Kayangan Api ini menjadi salah satu geopark yang dimiliki Bojonegoro. Mohon doanya juga, nanti bulan Juli dan Agustus akan ada penilaian dari Unesco Global Geopark. Insyallah kalau kami mendapatkan pengakuan dari Unsaco, Kayangan Api ini samkin dikenal tidak hanya di nusantara tapi seluruh dunia,” lanjutnya.

PWJS.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina dikalungi selendang.

Elza berharap, kegaiatan PWJS bisa dijadikan agenda rutin setiap tahun di Bojonegoro.

“Jadi kalau ada daerah lain yang keberatan ditempati, bisa dilaksanakan di sini. Dan, Pemkab akan mensupport, karena kegiatan ini bagian dari budaya yang patut kita lestarikan dan banggakan,” pungkasnya.

Ketua Panitia Hendro Lukito menyampaikan kegiatan ini terselenggara atas dukungan swadaya anggota PWJS dari berbagai daerah di Indonesia baik dari dalam maupun luar Jawa. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Banten, dan daerah lainnya.

“Keberadaan Paguyuban Wujud Jiwa Semporna sudah menyebar dan semarak di luar Bojonegoro hingga hampir seluruh nusantara,” ujar Hendro.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Lungguh Bareng Sarasehan Agung se Nusantara” dan do’a bersama untuk NKRI Malam 1 Suro yang dilaksanakan PWJS.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait