Bupati Wahono Minta DMI Bojonegoro Perkuat Peran Masjid Bangun Masyarakat Religius

Musda DMI Bojonegoro
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berada di podium memberikan kalimat sambutan dalam agenda Musda DMI Bojonegoro 2026.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Bupati Setyo Wahono meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  memperkuat peran masjid sebagai pusat pembangunan masyarakat religius. Lantaran masjid dinilai selain menjadi tempat ibadah, juga harus mampu menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan umat, dan penguatan kerukunan.

‎Bupati Wahono, begitu ia biasa disapa, menyampaikan pesan itu saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kabupaten Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (29/6/2026).

‎Musda turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah, Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi, PW DMI Jawa Timur, Forkopimda, serta para jajaran pengurus DMI setempat.

‎Setyo Wahono mengatakan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan DMI selama ini berjalan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat melalui kepengurusan baru hasil Musda agar program pembinaan kemasjidan semakin dirasakan masyarakat.

‎Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menambahkan, bahwa DMI memiliki tanggung jawab besar sebagai organisasi yang menaungi para takmir masjid. Karena itu, takmir harus menjadi ujung tombak dalam menjalankan berbagai program kemasjidan hingga tingkat desa.

Baca Juga :   Berikut Isi Deklarasi Damai Pilkades Serentak Bojonegoro

‎”Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kerukunan masyarakat,” kata Setyo Wahono.

‎Sementara itu, Wabup Nurul Azizah, menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro untuk terus mendukung program-program kemasjidan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan serta pemberian apresiasi kepada marbot dan takmir masjid yang tetap dipertahankan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

‎Pemkab juga mendorong percepatan pembentukan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) hingga seluruh desa serta menyiapkan inovasi pelayanan sosial kemasyarakatan, termasuk penguatan layanan saat warga meninggal dunia melalui kolaborasi dengan jamaah tahlil dan organisasi kemasjidan.

‎Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro, Hanafi menjelaskan, Musda merupakan amanah organisasi yang digelar setiap lima tahun untuk memilih kepengurusan baru sekaligus melanjutkan regenerasi organisasi.

‎Selama masa bakti 2021–2026, DMI Bojonegoro telah melaksanakan berbagai program, mulai pembinaan takmir dan marbot, bimbingan teknis pengelolaan masjid, pengembangan masjid ramah lingkungan dan ramah musafir, hingga mendorong terwujudnya masjid yang bersih, sehat, dan inklusif.

Baca Juga :   Gandeng BPBD dan Damkar, PEPC Bersama Ademos Gelar Pelatihan Destana ‎

‎”Melalui Musda 2026, DMI Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan umat, pendidikan karakter, serta perekat persatuan masyarakat,” tandas Hanafi.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait