SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Zona 12, Subholding Upstream Pertamina, menggelar pelatihan pembuatan kompos pembenah tanah bagi 15 petani hutan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah yang tergabung dalam Kelompok Agrosilvopastura di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi IDFoS Indonesia tersebut merupakan bagian dari Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui Agrosilvopastura.
Pelatihan difokuskan meningkatkan kapasitas petani kawasan hutan agar mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri sebagai persiapan penanaman 10.000 tanaman hortikultura, yakni cabai dan semangka.
Perwakilan PEPC, Aris Diantoro, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani. Menurutnya, selama ini petani masih bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.
”Diharapkan jika petani mampu membuat pupuk organik dan pestisida nabati sendiri, biaya produksi dapat ditekan sekaligus mendukung terwujudnya pertanian ramah lingkungan di kawasan hutan,” katanya.
Sementara itu, Manajer Program IDFoS Indonesia, Rizal Zubad Firdausi, menjelaskan, pelatihan kali ini menitikberatkan pada praktik pembuatan pupuk berbahan zeolit dan asam humat. Hasil pelatihan tersebut selanjutnya akan diuji coba pada demonstration plot (demoplot) tanaman cabai dan semangka yang dijadwalkan mulai ditanam pada pekan pertama Agustus 2026.
Menurut Rizal, sapaan akrabnya, keberadaan demoplot bertujuan agar para petani dapat langsung mempraktikkan metode intensifikasi pertanian.
”Harapannya, melalui demoplot ini petani dapat mengembangkan budidaya hortikultura sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, sambil menunggu hasil dari penanaman pohon di kawasan hutan,” jelasnya.
Ketua Koperasi Ngasem Maju Sejahtera, Moh Gufron, mewakili para petani menyampaikan apresiasi atas dukungan PEPC. Dia menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi petani.
”Kami sangat berterima kasih kepada PEPC atas dukungan yang diberikan. Pelatihan pembuatan kompos pembenah tanah ini sangat bermanfaat untuk mendorong kemandirian kami sebagai petani,” tuturnya.(fin)





