Cabor di Bojonegoro Kurang Dana, Komisi C Rekomendasikan Tinjau Ulang Anggaran

Komisi C
Komisi C DPRD Bojonegoro ketika rapat kerja bersama KONI, Dinpora dan perwakilan cabor.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merasa dana yang dianggarkan untuk cabor masih kurang jauh dari kebutuhan yang seharusnya. Sehingga mereka kurang yakin mampu mendongkrak prestasi atlet sampai level maksimal.

Keluhan tersebut direspon oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Mochlasin Afan. Pria yang menjabat Ketua Komisi C itu merekomendasikan agar anggaran pembinaan yang tertera di draft KONI Bojonegoro ditinjau ulang.

Sekretaris IPSI Bojonegoro, Sasmito Anggoro menilai, anggaran hibah untuk pembinaan cabor pencak silat masih jauh dari cukup. Sebab dari anggaran cabor sebesar Rp3,5 miliar, pencak silat mendapat tak lebih dari Rp100 juta.

Dengan anggaran yang dianggap minim, pria berlatar belakang jurnalis ini merasa kurang yakin dengan anggaran yang hanya sebesar itu mampu mendongkrak prestasi atlet sampai level maksimal.

“Saya pikir pencak silat patut mendapat setidaknya Rp300 juta, untuk itu sebaiknya anggaran cabor lebih besar lagi, bukan cuma Rp3,5 miliar,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga :   5 Atlet Porprov Bojonegoro Belum Disahkan KONI Jatim

Senada dengan Sasmito, pegiat cabor angkat besi, Muhammad Fauzan menyatakan, tak hanya anggaran pembinaan yang perlu diperbesar, tetapi juga perlu anggaran untuk pembangunan infrastruktur olahraga. Terlebih angkat besi adalah cabor potensial.

“Tetapi sampai hari ini cabor kami tidak punya peralatan latihan dan masih numpang,” ungkap atlet asal Desa Sumbertlaseh.

Terpisah, pengamat olahraga atletik sekaligus mantan pengurus KONI Bojonegoro, Imam Nurcahyo, juga prihatin dengan belum adanya sarana prasarana olahraga atletik. Mengingat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro yang demikian besar.

“Prestasi olahraga Bojonegoro justru kian jeblok dari tahun ke tahun, padahal punya dana gede, saya pikir hanya soal kebijakan, mau atau tidak, berapa sih biaya bikin sirkuit?,” ujarnya mempertanyakan.

Mochlasin Afan.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Afan.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Afan menyatakan, keluhan para perwakilan cabor telah ditangkap melalui rapat kerja Komisi C hari ini, Rabu (11/10/2023) bersama KONI Bojonegoro, Dinpora, dan sejumlah cabor, terkait kenaikan anggaran hibah untuk KONI setempat dari semula Rp2,5 miliar menjadi Rp10 miliar.

Baca Juga :   Bojonegoro Ikuti E Sport dan Gantole Eksebisi Porprov Jatim VII

“Kalau masalah kurang anggaran, hampir seluruh cabor tadi menyampaikan kalau dana untuk cabornya sangat minim,” beber Politikus Partai Demokrat ini.

Oleh sebab itu, ketika dia melihat draft anggaran KONI untuk cabor hanya dialokasikan Rp3,5 miliar, Afan merekomendasikan agar anggaran itu dihitung ulang.

“Sehingga catatannya, paling tidak lebih dari 50% anggaran itu untuk cabor, bukan untuk KONI,” tuturnya.

Kendati, terdapat beberapa catatan kesepakatan yang menjadi penekanan dalam rapat kerja bersama. Antara lain, pertanggungjawaban penggunaan anggaran agar benar-benar menjadi komitmen penerima anggaran. Sedangkan sarana prasarana menjadi tanggung jawab Dinpora agar segera dibangun dalam beberapa tahun kedepan.

“Selain itu proteksi terhadap atlet berprestasi agar segera dirumuskan teknisnya untuk menghindari kepindahan atlet ke daerah lain, dan sinergi antar pihak terkait pengembangan prestasi olahraga agar ditingkatkan,” pungkas Afan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *