Kunjungi Pos Komunitas MAPAK Semenkidul, Ketua TP PKK Bojonegoro: Ini Contoh Praktik Baik Pengelolaan Sampah

Cantika Wahono
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono foto bersama pengurus Mapak Semenkidul usia kunjungan.(ist)

SuaraBanyuurip.com- Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Jaww Timur, Cantika Wahono, mengunjungi Pos Komunitas Arisan Sampah MAPAK (Emak-emak Berdampak) di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, (11/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Cantika melihat langsung aktivitas warga dalam memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah menjadi berbagai barang bernilai guna.

Pos Komunitas MAPAK berada di rumah Insiyah, Ketua RT 07, sekaligus Koordinator MAPAK Desa Semenkidul. Di lokasi tersebut, berbagai hasil kreativitas warga dari barang bekas tampak menghiasi teras rumah.

Galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi pot tanaman dengan beragam bentuk, seperti angsa, sapi, beruang, kelinci, bunga, dan berbagai model lainnya. Kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya warga mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai tambah terhadap barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Cantika mengapresiasi gerakan pengelolaan sampah yang telah berkembang di tengah masyarakat Semenkidul. Menurutnya MAPAK dapat menjadi salah satu contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Semoga makin banyak masyarakat yang meniru karena ini contoh yang bagus. Pengelolaan sampahnya sudah terstruktur. Ini juga merupakan bagian dari program Pokja II TP PKK Kabupaten,” ujar istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono itu.

Cantika menambahkan, pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan sarana dan sistem, tetapi juga kesadaran setiap individu. Kebiasaan sederhana membuang dan memilah sampah dengan benar menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

Baca Juga :   Rekomendasi Rak Dinding Tempel Estetik dan Tips Memasangnya

“Perlu kesadaran kita untuk memasukkan sampah ke tempat sampah,” tegasnya.

Koordinator MAPAK Desa Semenkidul, Insiyah, menjelaskan komunitas tersebut mulai bergerak sejak Mei 2025. Pada awal pembentukannya, MAPAK hanya memiliki 16 anggota. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah anggota kini berkembang menjadi sekitar 35 orang.

“Dulu sampah dipilah oleh para anggota yang ikut arisan sampah. Alhamdulillah, kita bisa bersedekah dari hasil penjualan sampah plastik,” ungkap Insiyah.

Setiap tanggal 13, anggota MAPAK membawa sampah yang telah dikumpulkan dari rumah masing-masing ke lokasi pengelolaan. Sampah kemudian dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Sampah yang masih dapat didaur ulang dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual.

Menariknya, sebagian hasil penjualan sampah tidak hanya memberikan manfaat kepada anggota, tetapi juga disisihkan untuk kegiatan sosial berupa sedekah.

Menurut Insiyah, berkembangnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa, kecamatan, dan berbagai elemen masyarakat. Dukungan itu juga terlihat dalam kegiatan bersama membersihkan lingkungan.

“Alhamdulillah, Pak Kades juga mendukung. Pak Camat juga peduli terhadap sampah yang berserakan di Semenkidul. Bu Camat ikut membantu memunguti sampah seusai CFD,” tuturnya.

Gerakan MAPAK merupakan bagian dari program Gerakan Bersama Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih (Gerbang Sapu Bersih) yang dikembangkan di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro. Program tersebut mendapat dukungan dari ExxonMobil Indonesia dengan Alas Institute sebagai mitra pendamping.

Baca Juga :   PKK Kabupaten Bojonegoro : Pilar Pemberdayaan Keluarga di Era Transformasi Sosial

Perwakilan ExxonMobil Indonesia, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan dukungan terhadap Gerbang Sapu Bersih menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Menurut pria yang akrab disapa Malik tersebut, program tidak hanya berfokus pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan komunikasi dan partisipasi warga.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar kegiatan pengelolaan sampah. Masyarakat perlu memiliki kesadaran dan kebiasaan baru, memperkuat gotong royong, serta menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungannya,” ujar Malik.

Ia menjelaskan, Gerbang Sapu Bersih diprakarsai ExxonMobil Indonesia dengan menggandeng Alas Institute sebagai pendamping lapangan. Program tersebut telah berjalan sejak tahun lalu dan direncanakan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro ke Pos Komunitas MAPAK sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dapat tumbuh dari lingkungan terkecil. Dari kebiasaan memilah sampah di rumah, masyarakat Semenkidul mampu menciptakan produk bernilai guna, memperoleh manfaat ekonomi, membantu sesama, serta memperkuat gotong royong.

Melalui keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak, gerakan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi budaya hidup bersih yang berkelanjutan di Desa Semenkidul maupun wilayah lain di Kabupaten Bojonegoro.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait