Mega Proyek LNG Abadi Masela Rp 390 Triliun Dimulai, Buka 12 Ribu Lapangan Kerja

Proyek strategis blok migas Masela.
Blok migas Masela diharapkan dapat menjadi penyokong ketahanan energi nasional.

SuaraBanyuurip.com – Proyek konstruksi LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dimulai. Proyek strategis nasional (PSN) yang dioperatori peeusahaan asal Jepang, INPEX Masela Ltd ini menelan investasi US$20,95 miliar atau setara hampir Rp390 triliun.

LNG Abadi Masela memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun. Proyek ini diproyeksikan menjadi penopang ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok LNG.

Secara nasional, proyek LNG Abadi diperkirakan memberikan kontribusi sekitar US$137,7 miliar terhadap perekonomian Indonesia. Pada masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja, dan pada puncak fase konstruksi dan sekitar 850 pekerja ketika memasuki fase operasi.

Mega proyek ini juga memberikan peluang usaha bagi kontraktor, dan vendor lokal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, serta Provinsi Maluku secara umum.

Selain mendorong investasi dan penerimaan negara, proyek ini juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Kepulauan Tanimbar, mulai dari jalan, listrik hingga fasilitas publik.

Groundbreaking konstruksi fisik telah dilaksanakan Kamis, 16 Juli 2026. Momentum bersejarah ini menandai babak baru perjalanan proyek Abadi, setelah terkatung-katung selama 28 tahun.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Saksikan Final Putri Livoli Divisi Utama, Petrokimia Gresik Jadi Juara

Pengembangan Lapangan Abadi juga mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), sehingga menjadi salah satu proyek LNG pertama di dunia yang mengoperasikan CCS secara bersamaan dengan kegiatan produksi dalam skema cost recovery.

President Director & CEO INPEX, Takayuki Ueda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, SKK Migas, Pemerintah Daerah Maluku, masyarakat Kepulauan Tanimbar, serta seluruh mitra yang telah mendukung perjalanan panjang proyek hingga memasuki fase konstruksi.

“Hari ini menjadi tonggak penting bagi INPEX setelah perjalanan panjang sejak penemuan Lapangan Abadi hingga dimulainya pembangunan fisik proyek. Kami berkomitmen penuh untuk merealisasikan LNG Abadi sebagai proyek energi kelas dunia yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan proyek ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

“Lebih jauh lagi, melalui penyediaan energi, proyek ini sangat penting dan berkontribusi pada keamanan energi di Jepang dan seluruh kawasan Indo-Pasifik. Proyek ini diberi nama ABADI dengan harapan akan terus memenuhi peran ini selama bertahun-tahun yang akan datang,” kata Takayuki.

Baca Juga :   PETRONAS dan Pertamina Hulu Energi Akuisisi 35% Partisipasi Interes WK Masela

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, setelah peresmian groundbreaking akan dilanjutkan dengan berbagai pekerjaan lain seperti pengeboran 11 sumur pengembangan lalu empat sumur lanjutan.

“Pembangunan berbagai fasilitas, pelabuhan, dermaga dan Engineer Procurement Construction (EPC) ini jalan. Total investasi US$20,95 miliar. Setara hampir Rp390 Triliun,” kata Bahlil saat menghadiri Groundbreaking dikutip, Senin (27/7/2026).

Bahlil menjelaskan gas Masela porsi produksinya sebesar 60% minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40% maksimal untuk diekspor, dimana sebagian akan dimanfaatkan untuk hilirisasi Pupuk, dimana PT Pupuk Indonesia akan membangun industri hilirisasi.

“Kemudian kita akan menyerahkan sebagian kepada PLN, PGN dan beberapa perusahaan swasta Yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,” ujar Bahlil.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait