Padepokan Sumur Gumuling SH Terate Juara Umum I Bojonegoro Championship II 2026

Atlet SH Terate
TANGKAP LAYAR VIDEO : Atlet Padepokan Sumur Gumuling SH Terate, Cabang Kabupaten Bojonegoro, merayakan bersama sebagai Juara Umum I Bojonegoro Championship II 2026.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Sasongko

Bojonegoro – Klub Padepokan Sumur Gumuling Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, berhasil meraih Juara Umum I kategori usia dini pada Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026 yang berlangsung di GOR Utama Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, 25–26 Juli 2026.

‎Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Padepokan Sumur Gumuling SH Terate mengoleksi 11 medali emas, 15 medali perak, dan 2 medali perunggu. Capaian ini menjadi hasil membanggakan mengingat program pembinaan atlet usia dini di Padepokan Sumur Gumuling baru dimulai pada November 2025.

‎Ketua SH Terate Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, mengapresiasi keberhasilan Padepokan Sumur Gumuling yang berhasil meraih gelar Juara Umum I pada Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026.

‎”Alhamdulillah, pada kejuaraan kemarin Padepokan Sumur Gumuling berhasil menyabet Juara Umum I. Prestasi itu tentu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang panjang,” ujar Wahyu Subakdiono kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/07/2026).

‎Dijelaskan, Padepokan Sumur Gumuling secara rutin membuka program pembinaan bagi atlet usia dini, mulai usia 4–5 tahun hingga 12 tahun. Latihan dilaksanakan setiap Minggu pagi di bawah pengawasan dan bimbingan SH Terate Cabang Bojonegoro.

Baca Juga :   Dampak Kenaikan Harga BBM, Armada Bus Naikkan Tarif Penumpang
Atlet SH Terate
Atlet Padepokan Sumur Gumuling SH Terate, Cabang Kabupaten Bojonegoro, Juara Umum I Bojonegoro Championship II 2026 foto bersama usai kegiatan.(istimewa)

‎Menurut dia, seluruh kebutuhan latihan, mulai dari perlengkapan, pakaian, hingga fasilitas penunjang lainnya, disediakan oleh cabang. Selain itu, para atlet juga dibimbing oleh instruktur dan pelatih profesional dengan metode latihan yang berbeda dari latihan pada umumnya.

‎”Tentunya pembinaan ini menggunakan sistem yang profesional. Metode latihannya berbeda, termasuk adanya try out dan berbagai uji tanding untuk mengukur kemampuan atlet. Dari proses itulah terbentuk atlet-atlet yang berkualitas dan siap bertanding,” jelas pria yang akrab disapa Mas Wahyu.

‎Mas Wahyu berharap, program pembinaan usia dini tersebut dapat menjadi fondasi regenerasi atlet SH Terate Cabang Bojonegoro di masa mendatang.

‎”Harapan kami, SH Terate Cabang Bojonegoro memiliki cadangan atlet usia dini yang siap menjadi regenerasi, sehingga prestasi cabang dapat terus terjaga di masa depan,” pungkasnya.

‎Koordinator Klub Padepokan Sumur Gumuling SH Terate, Bambang Prasetyo Budi, mengatakan, pihaknya menurunkan 31 atlet usia dini pada kejuaraan yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan RI.

‎”Tentu bersyukur kami berhasil menjadi Juara Umum I dengan raihan 11 medali emas, 15 perak, dan 2 perunggu,” ujarnya.

Baca Juga :   SH Terate Ranting Kota Bojonegoro Bagikan Ratusan Paket Takjil kepada Masyarakat

‎Dia menilai, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet selama ini berjalan sesuai harapan. Karena itu, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas latihan guna melahirkan atlet-atlet berprestasi di berbagai kejuaraan.

Atlet SH Terate
Atlet putra usia dini Padepokan Sumur Gumuling SH Terate, Faizhal Raffa Pradiansyah, menunjukkan medali emas yang diraih dalam Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026.(istimewa)

‎”Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar ke depan mampu berprestasi di berbagai kejuaraan,” katanya.

‎Bambang juga mengingatkan para pelatih agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas latihan sehingga prestasi atlet SH Terate Sumur Gumuling dapat terus berkembang pada ajang-ajang berikutnya.

‎”Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026 ini diikuti sekitar 430 atlet dari berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Tuban, Sidoarjo, Surabaya, dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah,” tandasnya.

‎Sementara itu, Ketua IPSI Bojonegoro, H. Endro Setyo Widodo, berharap kejuaraan kategori usia dini tersebut menjadi wadah pembinaan bibit atlet berprestasi sekaligus melahirkan pesilat-pesilat muda yang nantinya mampu mengharumkan nama Bojonegoro, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

‎“Atlet-atlet yang tanding hari ini diharapkan nantinya mampu mewakili Kabupaten Bojonegoro pada ajang Porprov,” tandasnya.(ko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait