SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field mengajak para tenaga pendidik dan pengurus Yayasan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbaul Ulum Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan studi tiru dalam manajemen pengelolaan Sekolah Adiwiyata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Sukowati Field di wilayah ring 1 perusahaan yang termasuk pada program lingkungan. Studi tiru dilakukan untuk mempelajari dan meniru pengelolaan sekolah adiwiyata yang sudah didapatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bojonegoro.
Studi ini menjadi salah satu usaha dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen MI Manbaul Ulum untuk menjadi lembaga pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya MIN 1 Bojonegoro selaku tuan rumah berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah, penghijauan, serta pendidikan lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum.
Kepala MI Manbaul Ulum Desa Campurejo, Ilham Soliq, mengungkapkan, bahwa studi tiru ini merupakan langkah awal dalam upaya sekolahnya untuk meraih predikat sekolah adiwiyata.
“Kami belajar dari MIN 1 Bojonegoro yang sudah sukses mengelola lingkungan sekolah dengan baik. Harapannya, kami dapat segera mengimplementasikan program-program serupa di MI Manbaul Ulum,” katanya kepada Suarabanyuurip.com pasca studi tiru, Jumat (21/02/2025).
“Sebab dengan terbentuknya sekolah adiwiyata pihaknya dapat menjadikan pendidikan yang berkualitas dan peduli terhadap lingkungan untuk MI Manbaul Ulum,” lanjut Ilham Soliq.
Sementara itu, Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim menyatakan, studi tiru ini mendapatkan dukungan penuh oleh perusahaan, karena sebagai salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial (TJSL) perusahaan kepada masyarakat dan lembaga ring 1 perusahaan.
“Saya sangat mengapresiasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) seperti ini, tentunya program ini juga sangat didukung oleh perusahaan,” ujarnya.
Hal demikian ia sampaikan karena program terlaksana itu dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro yang nilai manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu Arif menaruh asa agar program ini dapat terus dikembangkan oleh para penerima manfaat. Karena ia pun berharap, adanya kegiatan operasi perusahaan juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya.
“Saya berharap dari penerima manfaat dapat mengelola dan terus berinovasi terhadap program-program yang sudah diberikan Pertamina EP Sukowati Field, jadi tidak hanya berjalan sesaat,” lanjutnya.
Untuk diketahui, PPM berupa studi tiru manajemen pengelolaan sekolah adiwiyata MI Manbaul Ulum ini selaras dengan tujuan SDGs, yaitu tujuan 4 Pendidikan Berkualitas, tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, tujuan 7 Energi Bersih dan Terjangkau, dan tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim.(fin)




